SKRIPSI
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasvar Ayamurasaki) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KUE CUBIT
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasvar Ayamurasaki)
TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KUE CUBIT
Alya Husna1, Rachmawati2
ABSTRAK
Latar Belakang : Kue cubit terbuat dari campuran adonan tepung terigu sebagai komponen utamanya, telur, gula pasir dan beberapa bahan pembuat kue lainnya. Kebutuhan terigu sangat tinggi meskipun Indonesia bukan negara yang menghasilkan bahan baku tepung terigu. Untuk mengatasi ketergantungan terhadap tepung terigu maka perlu dilakukan diversifikasi tanaman
pangan sehingga dapat memanfaatkan sumber daya lokal secara optimum sebagai bahan baku pengganti tepung terigu, seperti tanaman ubi jalar ungu. Kandungan karbohidrat ubi jalar yang tinggi membuat ubi jalar dapat dijadikan sumber kalori.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung ubi jalar ungu terhadap sifat organoleptik kue cubit.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat deskriptif untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung ubi jalar ungu. Kue cubit kemudian dilakukan uji organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur) pada penelis tidak terlatih sebanyak 28 orang dan pengolahan data dilakukan dengan uji ANOVA.
Hasil Penelitian : Penambahan tepung ubi jalar ungu sebanyak 5%, 10%, dan 15% berpengaruh tidak nyata terhadap warna (P value 0,361 > 0,05), rasa (P value 0,726 > 0,05), aroma (P value 0,297 > 0,05), dan tekstur (P value 0,608 > 0,05) kue cubit. Warna, rasa dan tekstur kue cubit yang paling banyak disukai adalah pada penambahan tepung ubi jalar ungu sebanyak 5%,
sedangkan untuk aroma yang paling banyak disukai adalah penambahan 15% tepung ubi jalar ungu
Kesimpulan : Penambahan tepung ubi jalar ungu berpengaruh tidak nyata terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur kue cubit.
Saran : Kue cubit dengan penambahan tepung ubi jalar ungu 5% lebih disarankan karena warna, rasa, aroma, dan tekstur lebih disukai.
Tidak tersedia versi lain