Text
STUDI PEMBUATAN MIE BASAH DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENDERITA ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI
"Latar Belakang : Mie basah adalah produk pangan yang di olah dengan tepung terigu
namun rendah zat besi. Dalam 100 gram daun kelor mengandung 57,01 gram karbohidrat,
28,44 gram protein, 2,74 gram lemak, serta 12,63 serat. Sehingga pemanfaatan daun kelor
pada pembuatan mie basah diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi pada mie basah.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tepung kacang merah sebanyak 3%,
5%, dan 7% terhadap daya terima mie basah tepung daun kelor (Moringa oleifera).
Metode : Metode penelitian kauntitatif yang bersifat eksperimental, desain penelitian
adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan
Aceh dengan jumlah panelis 30 orang.
Hasil : Tingkat kesukaan panelis terhadap mie basah dengan penambahan tepung daun
kelor 3% yaitu agak suka terhadap warna (3,10), agak suka terhadap aroma (3,06), suka
terhadap tekstur (4,10), dan agak suka terhadap rasa (3,06). Sedangkan, tingkat kesukaan
mie basah dengan penambahan tepung daun kelor 5% yaitu agak suka terhadap warna
(3,30), tidak suka terhadap aroma (2,83), suka terhadap tekstur (4,03), dan tidak suka
terhadap rasa (2,90). Dan tingkat kesukaan mie basah dengan penambahan tepung daun
kelor 7% yaitu agak suka terhadap warna (3,43), tidak suka terhadap aroma (2,80), agak
suka terhadap tekstur (3,93), dan tidak suka terhadap rasa (2,90).
Kesimpulan : Penambahan daun kelor berpengaruh nyata terhadap parameter warna,
aroma, tekstur dan rasa mie basah (P < 0,05).
Saran : Sebaiknya dilakukan uji lanjutan daya simpan mie basah dan kadar air dari mie
basah.
Kata Kunci : Tepung Daun Kelor, Mie Basah, Uji Organoleptik"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain