SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN GULA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY JERUK NIPIS (Citrus Aurantifolia Swingle)
PENGARUH PENAMBAHAN GULA TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PERMEN JELLY JERUK NIPIS
(Citrus Aurantifolia Swingle)
Ade Afrina1, Wiqayatun Khazanah2
ABSTRAK
Latar Belakang: Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) adalah sejenis tanaman perdu yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia, jeruk nipis sering diolah oleh masyarakat sebagai minuman segar, seperti jus jeruk nipis, sirup jeruk nipis, limun powder jeruk nipis, dan air jeruk nipis. Salah satu jenis olahan jeruk nipis yang ingin penulis kembangkan adalah permen jelly. Jenis olahan berbasis gula ini banyak diminati oleh semua kalangan usia terutama anak-anak.Permen jelly merupakan suatu produk olahan bertekstur lunak, yang diproses sedemikian rupa dan biasanya dicampur dengan lemak, gelatin, emulsifier dan lain-lain sehingga dihasilkan produk cukup lunak untuk dikunyah dalam mulut sehingga setelah adonan masak dapat langsung dibentuk dan dikemas.
Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penambahan gula terhadap sifat kimia dan organoleptik permen jelly jeruk nipis.
Metode Penelitian: penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Analisis kimia yaitu kadar vitamin C, kadar air dan serat, sedangkan organoleptik menggunakan uji hedonik. Panelis yang digunakan adalah panelis agak terlatih sebanyak 30 orang. Analisis statistik menggunakan metode uji Anova dan uji lanjut Duncan.
Hasil: Pada uji kimia kadar vitamin C nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan gula 80 gr (0.09), pada uji kimia kadar air nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan gula 80 gr (9.48), pada uji kimia serat kasar nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan gula 80 gr (3.81). Pada uji organoleptik rasa nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan gula 120 gr (3.88), pada uji organoleptik warna nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan gula 120 gr (3.73), pada uji organoleptik aroma nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dengan penambahan gula 120 gr (3.65), pada uji organoleptik tekstur nilai tertinggi terdapat pada
perlakuan dengan penambahan gula 120 gr (3.73).
Kesimpulan: Uji kimia kadar serat berpengaruh nyata pada setiap perlakuan, sedangkan kadar vitamin C dan kadar air berpengaruh tidak nyata pada setiap perlakuan. Pada uji organoleptik rasa dan aroma berpengaruh nyata pada setiap perlakuan, sedangkan uji organoleptik warna dan tekstur berpengaruh tidak nyata pada setiap perlakuan.
Saran: Permen yang tergolong pangan semi basah, sehingga memiliki sifat produk cepat rusak bila tidak dikemas secara baik. Sebaiknya pada penelitian selanjutnya dilakukan penelitian tentang pengemasan pada produk permen.
Kata Kunci : Permen jelly jeruk nipis, sifat organoleptic, sifat kimia
Tidak tersedia versi lain