Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS KADAR KAFEIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET PADA BUBUK KOPI YANG BEREDAR DI KOTA BANDA ACEH
ABSTRAK
Menurut SNI 01-7152-2006 batas maksimum kafein dalam makanan dan minuman adalah 150 mg/hari dan 50 mg/sajian. Kadar kafein yang tinggi salah satunya terdapat dalam kopi. Konsumsi kopi yang berlebihan dan dalam jangka panjang dapat berisiko berkembangnya penyakit tertentu seperti hipertensi, susah tidur, ginjal, jantung dan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar kafein dalam tiga sediaan bubuk kopi yang beredar di Kota Banda Aceh secara spektrofotometri ultraviolet. Sampel bubuk kopi diambil secara Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penetapan kadar kafein dilakukan
dengan metode Spektrofotometri UV yaitu kopi disaring terlebih dahulu setelah dilarutkan dengan aquadest panas lalu mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 273 nm. Konsentrasi kafein dapat dihitung dengan menggunakan kurva kalibrasi dengan persamaan y = 0,050521x + 0,00656. Kadar kafein kopi A (solong) 17,0854 mg/gram, Sampel B (Tgk Aceh) 17,2563, Sampel C (seulimum) 12,0545 mg/gram. Kadar kafein kopi A lebih tinggi dari kopi B, Kedua kadar memiliki nilai di ambang batas di bawah SNI 01 – 7152 – 2006 yaitu 50 mg/ sajian atau 150 mg / hari.
Kata kunci: Kafein, bubuk kopi, spektrofotometri ultraviolet.
Tidak tersedia versi lain