Karya Tulis Ilmiah
DAYA TERIMA BISKUIT DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG IKAN TERI (Stolephorus tri) DAN TEPUNG KACANG KEDELAI (Glycine max) SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIVE TINGGI PROTEIN
PRODI D-III GIZI JURUSAN GIZI POLITEKNIK KEMENKES ACEH
Tugas Akhir, Juli 2021
Vina Mulia Sari
Daya Terima Biskuit Dengan Penambahan Tepung Ikan Teri (Stolephorustri) dan Tepung Kacang Kedelai (Glycine max) Sebagai Makanan Alternative Tinggi Protein
ABSTRAK
Latar belakang :Biskuit merupakan salah satu jenis makanan kering yang digemari masyarakat dalam pembuatan biskuit terdapat penambahan bahan-bahan lain yang dapat menambah nilai gizi, salah satunya penambahan Tepung ikan teri dan Tepung kacang kedelai.Ikan teri adalah salah satu jenis ikan air laut yang berukuran kecil dan hidup secara bergerombol. Ikan Teri memiliki kadar kalsium yang tinggi sehingga bisa digunakan untuk mengantikan telur, susu dan daging yang memiliki kadar kalsium yang tinggi.Kedelai merupakan sumber protein yang penting bagi manusia.Kedelai dapat
digunakan untuk berbagai macam keperluan.Untuk makanan manusia, makanan ternak, dan untuk bahan industri.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi daya terima biskuit dengan penambahan tepung ikan teri dan tepung kacang kedelai. Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan untuk melihat pengaruh penambahan tepung ikan teri dan tepung kacang kedelai terhadap daya terima biskuit. Biskuit kemudian dilakukan uji organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan warna) di Laboratorium Uji Organoleptik dengan jumlah panelis 25 orang.
Hasil : Berdasarkan hasil uji organoleptik dengan 25 panelis pada taraf kepercayaan (P value 0,000 < 0,05 ), pada perlakuan A ( tepung ikan teri 10 gram dan tepung kacang kedelai 20 gr) Rata-rata hasil uji organoleptik yang diperoleh terhadap warna suka (3,88), rasa suka (3,94), aroma suka (3,94) dan untuk tekstur suka (3,96), perlakuan B ( tepung ikan teri 20 gram dan tepung kacang kedelai 30 gr) Rata-rata hasil uji organoleptik yang diperoleh terhadap warna suka (2,70), rasa suka (2,80), aroma suka (2,70) dan untuk tekstur suka (2,56), perlakuan C ( tepung ikan teri 30 gram dan tepung kacang kedelai 40 gr) Rata-rata hasil uji organoleptik yang diperoleh terhadap warna suka (2,70), rasa suka
(2,80), aroma suka (2,70) dan untuk tekstur suka (2,56).
Kesimpulan: Berdasarkan penelitian Daya Terima Biskuit Dengan Penambahan Tepung Ikan Teri (Stolephorus Tri) Dan Tepung Kacang Kedelai (Glycine Max) Sebagai Makanan Alternative Tinggi Protein uji annova didapatkan hasil berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur biskuit, dan untuk uji Duncan didapatkan hasil perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan B dan C, sedangkan perlakuan B dan C berbeda tidak nyata.
Saran : Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai kandungan gizi pada Biskuit dengan penambahan tepung ikan teri dan tepung kacang kedelai.
Kata kunci : Biskuit, Tepung Ikan Teri dan Tepung Kacang Kedelai, dan Organoleptik
Tidak tersedia versi lain