Karya Tulis Ilmiah
STUDI LITERATUR HUBUNGAN FAKTOR KERJA TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA PENJAHIT BAJU
STUDI LITERATUR HUBUNGAN FAKTOR KERJA TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG PADA PENJAHIT BAJU
NADIA APRILLA PUTRI1, JUNAIDI2
1Mahasiswa Prodi Lingkungan Program Sarjana Terapan
2Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Pekerjaan menjahit dilakukan dalam posisi duduk yang cukup lama, kurang lebih 4-8 jam per hari dan dilakukan terus menerus dengan posisi
membungkuk,Banyak masyarakat yang bekerja menjahit. Posisi kerja menjahit mengharuskan penjahit untuk duduk lama menyelesaikan pekerjaannya. Sikap
duduk saat bekerja menjahit dan lama waktu saat duduk menjahit tersebut berhubungan dengan nyeri punggung bagian bawah yang dirasakan oleh para
penjahit. Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan salah satu gangguan musculoskeletal yang disebabkan oleh aktivitas tubuh yang kurang baik. Pekerja
perlu diberikan istirahat aktif untuk dapat menghindari pekerjaan yaNg monoton dalam jangka waktu lama dan relaksasi untuk mengendorkan ketegangan saraf serta otot akibat kerja. Metode penelitian menggunakan literatur dari jurnal-jurnal peneliti sebelumnya. Tujuan dari literatur untuk mengetahui hubungan nyeri punggung bawah pada penjahit baju. Berdasarkan dari uji literatur bahwa di dapatkan hasil Metode penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional. Hasil: menunjukan hasi uji sprearman dari sikap Hasil: Nilai lama duduk (p = 0,000) sedangkan sikap duduk (0,038) yang berarti terdapat hubungan dengan adanya nyeri punggung bawah penjahit. Dari kedua hubungan diatas dapat di katakan bahwa lebih berhubungan lama duduk (0,713) dari pada sikap duduk (0,334) terhadap keluhan nyeri punggung bawah. Semakin lama ataupun semakin salah dalam melakukan aktifitas menjahit baik waktu menjahit maupun sikap dalam menjahit maka akan semakin mempengaruhi keluhan nyeri punggung bawah.
Kata kunci : nyeri punggung penjahit baju faktor kerja
Tidak tersedia versi lain