Karya Tulis Ilmiah
EVALUASI POLAAN PENYIMPANAN VAKSIN DI INSTALASI FARMASI DINAS KESEHATAN KOTA BANDA ACEH BEDASARKAN KEMENKES
ABSTRAK
Vaksin merupakan produk biologis yang terbuat dari kuman, kompenenkuman yang telah dilemahkan atau rekayasa genetika dan bergina untukmerangsang kekebalan tubuh secara aktif. Vaksin sangat rentan terhadap suhupenyimpanan apabila idak dikelola atau disimpan dengan baik. Penyimpananvaksin pada instalasi farmasi harus diperhatikan dengan baik dan terjaminmutunya. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskritif dengan carapengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dengan tujuan untukmengetahui bagaimana gambaran penyimpanan vaksin imunisasi di instalasifarmasi dinas kesehatan kota banda aceh erdasarkan tiga kriteria yaituPenyimpanan vaksin, sarana dan prasarana, serta Keadaan lemari pendingin yangmeliputi penyimpanan vaksin, pelarut dan penataan vaksin dalam lemari es.
Berdasarkan kriteria penilaian yang dilakukan melalui lembar observasi dapat
dilihat kategori penyimpanan vaksin, sarana dan prasarana, dan keadaan lemari
pendingin (penyimpanan vaksin, pelarut dan penataan vaksin) pada lemari es
sangat baik. Kondisi suhu penyimpanan vaksin di instalasi farmasi dinas
kesehatan kota banda aceh berdasarkan kemenkes yaitu: Vaksin hepatitis B yang
disimpan pada suhu 2-8ºC didalam kulkas, Vaksin BCG (Bacille CalmatteGuerin)
disimpan pada suhu 2-8ºC didalam kulkas, Vaksin DPT-HB-H1b (Pentabio)
disimpan pada suhu 2-8ºC didalam kulkas, Vaksin Td (Tetanus diphteria)
disimpan pada suhu 2-8ºC didalam kulkas, Vaksin Dt (Diphteria tetanus)
disimpan pada suhu 2-8ºC didalam kulkas, Vaksin MR (Campak) disimpan pada
suhu 2-8ºC didalam kulkas, dan Vaksin IPV (Inactivated Polio Vaccine) disimpan
pada suhu 2-8ºC didalam kulkas. Sedangkan Vaksin Polio disimpan pada suhu 20ºC
didalam
Freeze.
Kata kunci : Penyimpanan vaksin, sarana dan prasarana, keadaan lemari pendingindan lembar observasi.
Tidak tersedia versi lain