SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN BEKATUL TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK COOKIES KACANG TANAH
PENGARUH PENAMBAHAN BEKATUL TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK FOOD BARS KACANG TANAH
Vera Noviani¹, Iskandar, S.Gz, MPH²
ABSTRAK
Latar Belakang: Cookies adalah produk makanan yang dikeringkan dengan cara dioven, terbuat dari tepung terigu, gula, lemak dan telur dengan kadar air kurang dari 4% dan dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama yaitu 4-6 bulan. Cookies mempunyai bentuk yang kecil dan akan habis dalam dua sampai tiga kali gigitan, biasanya digunakan sebagai makanan ringan atau camilan. Cookies sendiri memiliki tekstur yang kurang padat, kering, renyah dan mudah dipatahkan, biasanya berasa manis atau gurih. Bekatul merupakan salah satu bahan yang dapat ditambahkan dalam pembuatan cookies.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan bekatul terhadap uji organoleptik cookies kacang tanah.
Metode: Penelitian ini bersifat eksperiental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah uji organoleptik. Uji organoleptik dilakukan oleh panelis semi terlatih sebanyak 30 orang meliputi warna, rasa, aroma dan tekstur.
Hasil: Hasil uji organoleptik terhadap penambahan bekatul berpengaruh terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur cookies dengan nilai p value < 0,05.
Kesimpulan: Perlakuan B (penambahan bekatul 40 gram) adalah perlakuan yang paling disukai oleh panelis dalam penelitian ini.
Saran: Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dari segi analisis zat gizi cookies, sifat fisik, dan daya simpan cookies.
Kata Kunci: Uji Organoleptik, Bekatul, Cookies Kacang Tanah
¹Mahasiswa Program Studi D-IV Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
²Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain