Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA SELAMA MASA PANDEMIC COVID-19 DI PROVINSI ACEH
Latar Belakang: Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang
menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Coronavirus jenis baru yang
ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada
Desember 2019. Di Indonesia sebanyak 47.658 orang dalam pemantauan (ODP),
14.712 pasien dalam pengawasan (PDP), dan yang terkonfirmasi 54.010 kasus
dengan kematian 2.754 (CFR 5,1%). Di Aceh sebanyak 2295 orang dalam
pemantauan (ODP), 123 pasien dalam pengawasan (PDP), dan yang terkonfirmasi
79 kasus dengan kematian 2 jiwa
Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat Deskriptif untuk melihat gambaran
ketahanan pangan keluarga pada saat pendemi covid 19. Sampel sebanyak 70
orang, terbagi. Pengambilan sampel dilakukan secara Total Populasi. Penelitian
ini dilakukan pada bulan Juli 2020.
Hasil Penelitian: Hasil data distribusi frekuensi ketahanan pangan keluarga
selama masa pandemic Covid-19 di Provinsi Aceh diperoleh bahwa dalam 4
minggu terakhir terdapat pernah khawatir jika dalam rumah tangga tidak cukup
persediaan makanan (55.7%), tidak pernah didalam rumah tangga tidak bisa
makan jenis makanan yang disukai karena kurangnya sumber daya (75.7%), tidak
pernah ada anggota rumah tangga merasa terbatas untuk makan berbagai jenis
makanan karena kurangnya sumber daya (80.0%), tidak pernah ada anggota
keluarga rumah tangga yang makan makanan yang tidak mau diamakan karena
keterbasan sumber daya untuk mendapatkan jenis makanan yang lain (85.7%),
tidak pernah ibu maupun anggota keluarga lain makan makanan dalam porsi
sedikit karena takut tidak cukup untuk anggota keluarga lainnya (88.6%), pernah
ada anggota keluarga makan lebih sedikit makanan dalam sehari karena disana
makanan tidak cukup (90.0%), tidak pernah dalam rumah tangga tidak memiliki
persediaan makanan untuk dimakan karena kurangnya Sumber daya untuk
mendapatkan makanan (91.4%), tidak pernah ada anggota keluarga yang tidur
saat lapar karena tidak cukup makanan (97.1%), tidak pernah ada anggota
keluarga mana saja yang pergi dari pagi sampai malam tanpa makan apapun
karena merasa makanan tidak cukup (97.1%).
Kesimpulan:
Hanya sebagian masyarakat Aceh yang mengalami dampak pendemi covid
terhadap ketahanan pangan di Provinsi Aceh.
Saran: Hasil penelitian ini dapat diharapkan melalui peran Ahli Gizi
menyediakan media berisi informasi mengenai ketahanan pangan keluarga kepada
seluruh penduduk di Provinsi agar dapat menambah pengetahuan penduduk di
Provinsi Aceh mengenai ketahanan pangan keluarga..
Kata kunci : Ketahanan Pangan, Covid 19
Tidak tersedia versi lain