SKRIPSI
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN KETUMBAR (Coriandum Sativum) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN PRA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEJURUAN MUDA ACEH TAMIANG
PENGARUH PEMBERIAN` REBUSAN KETUMBAR (Coriandum Sativum) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN PRA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEJURUAN MUDA ACEH TAMIANG
Sri Nanda Agustine1, Silvia Wagustina2
ABSTRAK
Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di dunia menurut perkiraan WHO akan terus meningkat setiap tahunnya sementara secara Nasional prevalensi hipertensi sebesar 34,1%. Di provinsi Aceh sebesar 26,45% dan di Aceh Tamiang sebesar 34,97%. Ketumbar memiliki kandungan berupa senyawa flavonoid yaitu quercetin yang memiliki efek menguntungkan sebagai antihipertensi dan deuretik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian rebusan ketumbar
(coriandum sativum) terhadap tekanan darah pada pasien pra hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kejuruan Muda Aceh Tamiang.
Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat Quasy Experiment dengan desain pre-post pada dua kelompok. Sampel sebanyak 52 orang pasien prahipertensi, yang terbagi menjadi 26 orang kelompok perlakuan dan 26 orang kelompok tanpa perlakuan. Pengambilan sampel dilakukan
secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2020.
Hasil Penelitian: Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik terhadap pemberian rebusan ketumbar (coriandum sativum) pada penderita hipertensi adalah sebesar 9,692 mmHg, sedangkan rata-rata penurunan tekanan darah diastolik terhadap pemberian rebusan ketumbar coriandum
sativum) pada penderita hipertensi adalah sebesar 6,692 mmHg.
Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan ketumbar (coriandum sativum) terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kejuruan Muda Aceh Tamiang (p≤0,05).
Saran: Diharapkan rebusan ketumbar dapat dimanfaatkan atau digunakan oleh penderitahipertensi sebagai alternatif terapi herbal agar tekanan darah tetap normal dan stabil.
Kata kunci : Tekanan darah, flavonoid, rebusan ketumbar (coriandum sativum)
1 Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Polteknik Kesehatan Kemenkes, Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh
Tidak tersedia versi lain