SKRIPSI
PERBEDAAN ASUPAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI (FE) PADA REMAJA PUTRI DIWILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERBEDAAN ASUPAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI (FE) PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Nurul Annisa1, Arnisam2
ABSTRAK
Latar Belakang : Anemia gizi besi merupakan masalah gizi mikro terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia subur. Remaja putri lebih mudah terserang anemia dikarenakan remaja putri lebih banyak mengonsumsi makanan yang kandungan zat besinya sedikit sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi tidak terpenuhi. Remaja putri dengan asupan zat besi rendah memiliki peluang lima kali lebih besar mengalami anemia. Selain itu, remaja putri pada umumnya memiliki
karakteristik kebiasaan makan tidak sehat sehingga dapat menyebabkan
kurangnya asupan zat besi dan hal ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Tujuan : Untuk menganalisis dan mengkaji tentang perbedaan asupan zat besi pada remaja putri diwilayah perkotaan dan pedesaan serta mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi asupan zat besi pada remaja putri dikedua wilayah tersebut.
Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan studi literatur ini adalah metode analisa data sekunder yang relevan dengan topik studi literature.
Hasil Studi Literature : Dari penulisan studi literature ini didapatkan bahwa remaja putri diwilayah perkotaan dan pedesaan memiliki asupan zat besi rendah dan < 26 mg/hari. Tidak terdapat perbedaan asupan zat besi pada remaja putri di wilayah perkotaan dan pedesaan hal ini dikarenakan faktor ketersediaan pangan serta faktor medernisasi dan globalisasi kedua wilayah sehingga tidak memiliki
keragaman yang terlalu berbeda. Berdasarkan analisa studi disimpulkan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi asupan zat besi pada remaja putri diwilyah perkotaan dan pedesaan adalah citra tubuh, perilaku makan, kebiasaan makan, media massa, pendapatan keluarga, gaya hidup, kebudayaan, kesukaan dan ketidaksukaan, ketersedian makanan, dan pengaruh teman sebaya.
Saran : Perlu adanya program penyuluhan dan konseling pada remaja putri untuk meningkatkan kesadaran dalam memperbaiki kebiasaan makan. Selain itu, dibutuhkan juga dukungan dari keluarga dalam peningkatan kualitas menu dan pemilihan jenis makanan serta penerapan kebiasaan makan yang baik.
Kata Kunci : Asupan Zat Besi, Remaja Putri, Perkotaan, Pedesaan.
1. Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh.
2. Dosen Jurusan Gizi, Politekknik Kesehatan Kemenkes Aceh.
Tidak tersedia versi lain