SKRIPSI
HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT BESI DAN SENG DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA (studi literatur)
STUDI KEPUSTAKAAN : HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT BESI DAN SENG DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Nadia Ulfa1 , T. Khairul Fadjri2
ABSTRAK
Latar Belakang :Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan
pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Faktor yang menyebabkan terjadinya stunting sangat beragam yang mencakup kecukupan zat gizi yang tidak adekuat dalam jangka waktu panjang. Asupan makanan yang kurang bisa menengakibatkan kelaparan tersembunyi atau masalah gizi yang tidak kasat mata yang di sebabkan karena kurangnya zat gizi mikro seperti zat besi dan seng.
Tujuan :mengkaji hubungan tingkat kecukupan zat besi dan seng dengan kejadian stunting pada balita
Metode : Metode yang dilakukan dalam proses penyusunan studi pustaka terkait hubungan tingkat kecukupan zat besi san seng dengan kejadian stunting pada balita menggunakan metode analisis data sekunder dengan mengumpulkan beragam bahan referensi hasil penelitian.
Hasil : Dari 20 jurnal yang di review dari google scholar, ada 15 jurnal yang terdapat
hubungan tingkat kecukupan zat besi dan seng dengan kejadian stunting pada balita.
Kesimpulan:asupan zat besi dan seng pada balita defisit dan terdapat hubungan tingkat
kecukupan zat besi dan seng dengan kejadian stunting pada balita.
Saran : diharapkan kepada ibu lebih meningkatkan asupan makanan terutama makanan yang bersumber zat besi dan zink sehingga kebutuhan zat gizi anak tercukupi.
KATA KUNCI : tingkat kecupan zat besi,tingkat kecukupan seng, kejadian stunting.
1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi , Poltekkes Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain