Text
POTENSI INFUSA BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa glutinosa L) DENGAN PELARUT BUFFER pH 7,2 SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNAAN SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI (SADT)
ABSTRAK
Latar Belakang: Salah satu alat terpenting dalam perangkat kerja ahli hematologi
adalah tes sitologi apusan darah tepi (PSS). Toksisitas dan dampak lingkungan dari
proses pewarnaan Giemsa yang biasa digunakan merupakan beberapa
kekurangannya. Alternatif pewarna alami yang kurang berbahaya mungkin adalah
antosianin yang ditemukan dalam beras ketan hitam (Oryza sativa glutinosa L.)
Tujuan: Mengetahui potensi infusa beras ketan hitam dengan pelarut buffer pH 7,2
sebagai pewarna alternatif SADT serta mengevaluasi efektivitasnya dalam
memperlihatkan morfologi sel darah.
Metode: Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil
pewarnaan SADT menggunakan infusa antosianin beras ketan hitam dan pewarna
Giemsa. Pengamatan dilakukan secara mikroskopis terhadap eritrosit, leukosit, dan
trombosit.
Hasil: Infusa beras ketan hitam dengan buffer pH 7,2 tidak mampu memberikan
hasil pewarnaan yang jelas pada morfologi sel darah. Zat warna tidak terserap
optimal sehingga detail sel tidak tampak. Sebaliknya, pewarnaan Giemsa
menunjukkan hasil yang lebih kontras dan jelas.
Kesimpulan: Infusa beras ketan hitam dengan buffer pH 7,2 belum efektif sebagai
pewarna alternatif SADT. Penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi, waktu
pewarnaan, atau pelarut lain diperlukan untuk meningkatkan efektivitas antosianin
sebagai pewarna alami.
Saran : Mengganti pH buffer sebagai pelarut antosianin yang dapat digunakan
sebagai pewarnaa alternatif SADT.
Kata Kunci: Antosianin, Beras Ketan Hitam, Pewarna Alami, Sediaan Apusan
Darah Tepi (SADT), Giemsa.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain