Text
ANALISIS KADAR KAFEIN PADA COKELAT KEMASAN YANG DIJUAL DAERAH PANGO RAYA SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
ANALISIS KADAR KAFEIN PADA COKELAT KEMASAN YANG DIJUAL DI DAERAH PANGO RAYA SECARA
SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
ABSTRAK
Biji kakao (Theobroma Cacao L) merupakan bahan utama dalam proses
pembuatan produk cokelat. Kafein adalah salah satu jenis alkaloid dari golongan
xantin yang terdapat dalam biji kopi, daun teh, dan biji cacao (Theobroma Cacao
L).Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar kafein dalam dalam cokelat
kemasan yang dipasarkan di daerah Pango Raya dengan metode spektrofotometri
UV-Vis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, yang bertujuan
untuk mengindentifikasi kadar kafein melalui spektrofotometri UV-Vis pada
panjang gelombang 273 nm. Kadar kafein perlu disesuaikan dengan ketentuan
batas maksimum SNI 01-7152-2006, dimana batas tertinggi kafein dalam
makanan dan minuman adalah 150 mg/hari dan 50 mg/sajian. Penelitian ini
menggunakan 4 sampel cokelat kemasan. Kandungan kafein tertinggi ditemukan
pada cokelat B, lalu cokelat A, C dan terendah terdapat pada sampel D. Cokelat B
memiliki kandungan kafein sebesar 10-50 mg/hari persajian dalam 100% bubuk
cokelat dengan kadar 5-25 mg bubuk yang dikonsumsi 2 kali sehari. Cokelat A
memiliki kandungan kafein sebesar 8-40 mg/hari persajian dalam 80% bubuk
cokelat dengan kadar 5-25 mg bubuk yang dikonsumsi 2 kali sehari. Cokelat C
memiliki kandungan kafein sebesar 2-11,2 mg/hari persajian dalam 20% bubuk
cokelat dengan kadar 5-28 mg bubuk yang dikonsumsi 2 kali sehari. Cokelat D
memiliki kandungan kafein sebesar 1,4-7,84 mg/hari persajian dalam 14% bubuk
cokelat dengan kadar 5-28 mg bubuk yang dikonsumsi 2 kali sehari.
Kata kunci : kafein, cokelat, Spektrofotometri UV-Vis
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain