Text
PEMANFAATAN ANTOSIANIN BUAH LAKUM (Cayratia trifolia L) SEBAGAI ALTERNATIF PEWARNA ALAMI PENGGANTI GIEMSA PADA SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI (SADT)
Pemeriksaan Apusan Darah Tepi (SADT) merupakan sel darah manusia yang dibuat apusan kemudian diwarnai dalam pemeriksaan hematologi untuk menilai berbagai unsur sel darah tepi seperti eritrosit, leukosit dan trombosit dengan cara dibuat apusan kemudian diwarnai. Salah satu jaminan validitas hasil pemeriksaan SADT adalah cara melihat kualitas pewarnaan SADT. Giemsa merupakan pewarnaan yang biasa digunakan untuk pewarnaan SADT. Pewarnaan giemsa mengandung eosin (bersifat asam) dan campuran methylene blue serta methylene azur (bersifat basa). Meskipun pewarna giemsa umum digunakan sebagai pewarna rutin, namun memiliki beberapa kekurangan. Giemsa bersifat toksik, mudah terbakar. Pewarnaa alami dapat menjadi pewarna alternatif yang tidak beracun, mudah terurai dan ramah lingkungan. Salah satu contoh adalah antosianin dari buah lakum (Cayratia trifolia L), sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu terhadap suatu variabel, dengan menguji konsentrasi 50%, 40%, 30%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak antosianin dari buah lakum efektif dalam pewarnaan sel darah. Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT) pada berbagai konsentrasi 50%, 40%, 30%, dan 20%, mengindikasikan bahwa sel eritrosit dan leukosit dapat menyerap zat warna. Oleh karena itu, antosianin dengan konsentrasi tersebut dapat tewarnai dalam pemanfaatan SADT.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain