Text
Pengaruh Perbedaan Atraktan Insang Ikan Dan Atraktan Kepala Udang Terhadap Banyaknya Lalat Pada Fly Trap Di Pasar, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh Tahun 2025
"Pasar Ikan Lampulo memiliki sanitasi yang kurang baik yang disebabkan oleh
limbah perikanan yang menumpuk dan hanya diangkut satu kali dalam sehari,
sehingga menjadi sumber makanan dan tempat berkembang biak bagi lalat. Lalat
merupakan vektor penting dalam penularan penyakit, terutama di lingkungan yang
tidak bersih seperti pasar tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh perbedaan atraktan insang ikan dan atraktan kepala udang di Pasar
Lampulo, Banda Aceh. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan
rancangan posttest-only control group. Pengumpulan data dilakukan dengan
menghitung jumlah lalat yang terperangkap kedalam Fly trap. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa atraktan insang ikan paling berpengaruh dengan jumlah lalat
tertangkap selama 3 hari dalam waktu 120 menit yaitu 145 ekor lalat,
dibandingkan atraktan kepala udang (100 ekor lalat) dan kontrol (5 ekor lalat). Uji
ANOVA dan LSD menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p <
0,05). Dapat disimpulkan bahwa atraktan dari limbah insang ikan lebih
berpengaruh menarik lalat dibandingkan kepala udang. Penggunaan limbah
organik ini berpotensi sebagai solusi pengendalian lalat yang murah dan ramah
lingkungan di area publik."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain