0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 1 Darul Imarah. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 1 Darul Imarah dengan p 0,962 (p > 0,05). Saran : Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain seperti stres, aktivitas fisik, dan pola tidur yang dapat mempengaruhi PMS."" />
Text
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Premenstrual Syndrome pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Darul Imarah
"Latar Belakang : Premenstrual syndrome adalah kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul menjelang menstruasi dan dapat berdampak pada kualitas hidup remaja putri. Prevalensi PMS di Indonesia mencapai 85% pada wanita usia reproduksi dan menunjukkan variasi angka kejadian di berbagai daerah, termasuk Jakarta Selatan (45%), Padang (51,8%), dan Aceh (49,73%). Beberapa faktor risiko PMS meliputi stres, pola makan, kurang olahraga, serta status gizi. Status gizi, baik gizi lebih maupun kurang, memengaruhi keseimbangan hormon estrogen yang berkaitan langsung dengan siklus menstruasi. Studi menunjukkan bahwa peningkatan indeks massa tubuh (IMT) sebesar 1 poin dapat meningkatkan risiko PMS hingga 3%.
Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 137 siswi SMA Negeri 1 Darul Imarah, dan sampel ditentukan sebanyak 35 siswi yang memenuhi kriteria inklusi melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk variabel status gizi dan kuisioner PMS untuk variabel kejadian PMS. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji chi square.
Hasil : Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,962 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 1 Darul Imarah.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian premenstrual syndrome pada remaja putri di SMA Negeri 1 Darul Imarah dengan p 0,962 (p > 0,05).
Saran : Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain seperti stres, aktivitas fisik, dan pola tidur yang dapat mempengaruhi PMS."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain