Text
Gambaran Pengetahuan,Sikap Dan Praktik Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) Pada Anak Usia 6-23 Bulan Di Wilayah Kemukiman Krueng Neuang Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya
"GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PEMBERIAN
MAKANAN PENDAMPING ASI (MPASI) PADA ANAK USIA
6-23 BULAN DI WILAYAH KEMUKIMAN KRUENG
NEUANG KEC BEUTONG
KABUPATEN NAGAN RAYA
Suri Ani1
, Agus Hendra Al-Rahmad2
ABSTRAK
Latar Belakang: Memastikan kualitas dan kuantitas makanan pendamping ASI (MP-ASI)
yang cukup sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak yang
cepat pada tahap ini. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan ibu sangat penting untuk
mengurangi dan menghindari malnutrisi pada anak, karena informasi merupakan elemen
penting dalam penerapan praktik pemberian makanan tambahan yang efektif. Pada tahun
2023, kejadian malnutrisi pada balita di Provinsi Aceh ialah 17,7%, dengan malnutrisi berat
senilai 4,9% dan stunting senilai 29,3%. Aspek yang berkontribusi pada masalah gizi ialah
kurangnya keragaman dalam (MP-ASI) senilai 33,7%, frekuensi makan yang dapat
diterima senilai 52,5% dan tidak tepat senilai 47,5%, dan diet minimum yang sesuai hanya
39,5% dengan tidak tepat senilai 60,5%. Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan
pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait MP-ASI untuk anak usia 6-23 bulan di Mukim
Krueng Neuang, Kec Beutong, Kab Nagan Raya pada tahun 2025.
Metode: Penulisan ini memakai desain deskriptif dengan metodologi potong lintang,
dengan fokus pada populasi 65 ibu dengan bayi berusia 6-23 bulan. Strategi pengambilan
sampel yang digunakan ialah Total Sampling, yang mencakup seluruh 65 ibu di
Permukiman Krueng Neuang, Kec Beutong, Kab Nagan Raya. Penulisan ini dilakukan dari
tanggal 7 hingga 21 Juni 2025, dengan memakai analisis univariat.
Hasil Penulisan: Temuan memperlihatkan jika mayoritas responden memperlihatkan
praktik pemberian makanan tambahan yang kurang optimal, dengan 37 orang (56,9%)
dikategorikan kurang memuaskan. Selain itu, 26 responden (40%) memperlihatkan
pemahaman yang kurang, sementara 36 orang (55,4%) mempunyai sikap positif.
Kesimpulan: Sebagian besar responden kurang baik dalam praktik pemberian MP-ASI,
berpengetahuan kurang, mempunyai sikap negatif terkait MP-ASI dan kurang baik dalam
pemberian MP-ASI.
Kata Kunci : Praktik pemberian MP-ASI, pengetahuan, bayi"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain