Text
Uji Model Ovitrap Menggunakan Tempurung Kelapa, Bambu dan Gelas Plastik Terhadap Telur Nyamuk Yang Terperangkap Di Gampong Keude Bagok Dua Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur
"Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat
di Indonesia, termasuk di Aceh. Salah satu metode pemantauan populasi vektor
adalah dengan menggunakan ovitrap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
jumlah telur nyamuk yang terperangkap pada ovitrap berbahan tempurung kelapa,
bambu, dan gelas plastik, serta membandingkan efektivitas ketiga jenis ovitrap
tersebut. Penelitian dilakukan di Gampong Keude Bagok Dua, Kecamatan
Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian eksperimen semu dengan
membandingkan ketiga jenis ovitrap. Hasil penelitian menunjukkan total 353 telur
nyamuk dengan sebaran 221 telur pada tempurung kelapa (62,6%), 77 telur pada
bambu (21,8%), dan 55 telur pada gelas plastik (15,6%). Indikator kepadatan
menunjukkan House Index (HI) sebesar 100%, Ovitrap Index (OI) 26,7%, dan
Ovitrap Density Index (ODI) 44,1. Kesimpulan penelitian ini adalah ovitrap
tempurung kelapa lebih efektif menarik nyamuk untuk bertelur dibandingkan
bambu dan gelas plastik, sehingga berpotensi digunakan sebagai media
pemantauan vektor DBD di masyarakat. Disarankan agar masyarakat
memanfaatkan bahan lokal seperti tempurung kelapa sebagai ovitrap alternatif
untuk pemantauan dan pengendalian populasi nyamuk, serta perlunya penelitian
lanjutan dengan jumlah sampel dan lokasi yang lebih luas.
Kata kunci : Ovitrap, tempurung kelapa, bambu, gelas plastik."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain