Text
PENGARUH TITIK DIDIH DESTILASI SEDERHANA TERHADAP KANDUNGAN SALINITAS AIR PAYAU
"PENGARUH TITIK DIDIH DESTILASI SEDERHANA TERHADAP
KANDUNGAN SALINITAS AIR PAYAU
Widuri Wulandari1 ,Wiwit Aditama2
1Mahasiswa Prodi Sanitasi Program Diploma Tiga Poltekkes Kemenkes Aceh
2Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Ketersediaan air bersih sangat penting bagi kehidupan, terutama di wilayah
pesisir seperti Gampong Lampaseh Aceh yang terdampak intrusi air laut ke dalam sumur
warga. Akibatnya, air sumur menjadi payau dan tidak layak digunakan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh titik didih dalam proses destilasi sederhana
terhadap penurunan salinitas air payau. Metode yang digunakan adalah eksperimen
dengan tiga variasi suhu titik didih, yaitu 100°C, 110°C, dan 120°C. Sampel air payau
sebanyak 5 liter didestilasi menggunakan alat sederhana, lalu dianalisis kadar salinitasnya
dengan salinity hydrometer. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 16–17 Februari
2025 untuk pengumpulan data dan 14–15 Juni 2025 untuk pembuatan alat destilasi
sederhana. Hasil menunjukkan bahwa salinitas menurun seiring peningkatan suhu. Pada
suhu 100°C, rata-rata penurunan salinitas mencapai 57,82%; suhu 110°C sebesar 78,26%;
dan suhu 120°C menunjukkan penurunan maksimal sebesar 85,65% dengan rata-rata
salinitas akhir 3,33 ppt. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi (p =
0,002), yang berarti terdapat pengaruh signifikan suhu terhadap penurunan salinitas. Uji
lanjut LSD Proses destilasi sederhana dengan suhu 100°C terbukti efektif mengolah air
payau menjadi air yang lebih layak digunakan. Disarankan penggunaan suhu sekitar
100°C dalam destilasi sederhana untuk pemurnian air skala rumah tangga.
Kata Kunci: Air payau, Destilasi Sederhana, Salinitas."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain