15 tahun angka Nasional mencapai 36,8 % (36,6-37,1), provinsi Aceh 34,3 % (33,0-35,6). Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi obesitas pada anak umur 5-12 tahun sebesar 9,2%, provinsi Aceh 10,12 %, Kota Banda Aceh 13,79 %. Tujuan: Mengetahui faktor determinan penyebab terjadinya kegemukan dan obesitas pada balita di Kota Banda Aceh melalui analisis data SSGI 2022 Metodelogi: Desain penelitian cross-sectional yaitu mempelajari korelasi antara faktor determinan yang berkorelasi dengan kejadian kegemukan dan obesitas pada balita. Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder dikumpulkan dari data SSGI 2022. Pengambilan data dilaksanakan bulan Desember 2024, jumlah sampel 602 balita. Hasil: Terdapat 8,8 % Balita beriko mengalami obesitas. Korelasi berat badan lahir terhadap obesitas sebesar (2,7 %) dan risiko sebesar 1,631. Korelasi pemberian ASI terhadap obesitas sebesar (6,4 %) dan risiko sebesar 0,637. Korelasi umur pemberian MP-ASI terhadap obesitas sebesar (5,0 %) dan risiko sebesar 1,501. Nilai regresi multivariate secara simultan sebesar 1,6 % Kesimpulan: Kemampuan variabel independen (BBLR, pemberian ASI dan Umur Pemberian MP- ASI) secara simultan dalam menjelaskan Obesitas sebesar 0,016 atau 1,6 %. Nilai korelasi pendidikan ibu terhadap obesitas sebesar (4,1 %) dan risiko sebesar 1,048. Nilai korelasi pekerjaan ibu terhadap obesitas sebesar (4,0 %) dan risiko sebesar 0,938. Saran: Perlu adanya upaya pencegahan obesitas pada Balita dengan upaya edukasi gizi penyuluhan di Posyandu, pembuatan media edukasi gizi. Kata Kunci: Berat badan lahir, ASI, MP-ASI, Obesitas "" />
Text
FAKTOR DETERMINAN RESIKO OBESITAS PADA BALITA DI KOTA BANDA ACEH. ANALISIS DATA SSGI 2022
"Latar Belakang: Prevalensi obesitas pada balita di Indonesia cukup memprihatinkan. Berdasarkan
Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi kegemukan dan obesitas sentral pada anak usia > 15
tahun angka Nasional mencapai 36,8 % (36,6-37,1), provinsi Aceh 34,3 % (33,0-35,6). Data
Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi obesitas pada anak umur 5-12 tahun sebesar 9,2%, provinsi
Aceh 10,12 %, Kota Banda Aceh 13,79 %.
Tujuan: Mengetahui faktor determinan penyebab terjadinya kegemukan dan obesitas pada balita di
Kota Banda Aceh melalui analisis data SSGI 2022
Metodelogi: Desain penelitian cross-sectional yaitu mempelajari korelasi antara faktor determinan
yang berkorelasi dengan kejadian kegemukan dan obesitas pada balita. Data yang digunakan dalam
penelitian ini data sekunder dikumpulkan dari data SSGI 2022. Pengambilan data dilaksanakan
bulan Desember 2024, jumlah sampel 602 balita.
Hasil: Terdapat 8,8 % Balita beriko mengalami obesitas. Korelasi berat badan lahir terhadap obesitas
sebesar (2,7 %) dan risiko sebesar 1,631. Korelasi pemberian ASI terhadap obesitas sebesar (6,4 %)
dan risiko sebesar 0,637. Korelasi umur pemberian MP-ASI terhadap obesitas sebesar (5,0 %) dan
risiko sebesar 1,501. Nilai regresi multivariate secara simultan sebesar 1,6 %
Kesimpulan: Kemampuan variabel independen (BBLR, pemberian ASI dan Umur Pemberian MP-
ASI) secara simultan dalam menjelaskan Obesitas sebesar 0,016 atau 1,6 %. Nilai korelasi
pendidikan ibu terhadap obesitas sebesar (4,1 %) dan risiko sebesar 1,048. Nilai korelasi pekerjaan
ibu terhadap obesitas sebesar (4,0 %) dan risiko sebesar 0,938.
Saran: Perlu adanya upaya pencegahan obesitas pada Balita dengan upaya edukasi gizi penyuluhan
di Posyandu, pembuatan media edukasi gizi.
Kata Kunci: Berat badan lahir, ASI, MP-ASI, Obesitas
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain