0,05. Formulasi suplementasi wortel terhadap rasa (P=0,000) menunjukkan pengaruh yang signifikan karena P-Value < 0,05. Kesimpulan : Hasil evaluasi organoleptik mengindikasikan bahwa suplementasi wortel tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap parameter aroma, warna, dan tekstur (karena magnitude P > 0,05). Namun demikian, suplementasi wortel memberikan dampak yang substansial terhadap parameter rasa (karena magnitude P < 0,05). Saran : Berdasarkan temuan empiris pada tahap pemarutan wortel memerlukan durasi yang ekstensif disebabkan oleh dimensi alat parut yang kecil dan ketajaman yang suboptimal, disarankan proses pemarutan wortel menggunakan mesin pemarut otomatis agar lebih efisien prosesnya. Kata kunci : Timphan ubi kayu, Wortel, Uji organoleptik 1 Mahasiswa Program Studi D III Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh, E-Mail : tasyaketeng16gmail.com 2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh."" />
Text
FORMULASI PENAMBAHAN WORTEL (DAUCUS CARROTA L) TERHADAP DAYA TERIMA TIMPHAN UBI KAYU
"Latar Belakang : Timphan ubi kayu merupakan salah satu produk kuliner tradisional khas
Aceh yang terformulasi dari amalgamasi ubi kayu dan kelapa parut yang telah direduksi
ukurannya, dikemas dengan daun pisang dan mengalami proses pengukusan. Suplementasi
wortel pada formulasi timphan ubi dapat mengamplifikasi daya tarik estetika produk
timphan serta dapat mengoptimalkan kandungan nutrisi pada timphan ubi kayu.
Tujuan: Mengidentifikasi formulasi suplementasi wortel terhadap tingkat akseptabilitas
timphan ubi kayu yang mencakup parameter warna, rasa, aroma, dan tekstur.
Metode : Penelitian ini merupakan eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap
(RAL) non-faktorial yang terdiri dari tiga perlakuan (Formulasi suplementasi wortel
sebanyak 60 g, 80 g, 100 g) dengan tiga kali replikasi. Data dianalisis menggunakan uji
Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test.
Hasil : Waktu penelitian utama dioperasionalisasikan di laboratorium teknologi pangan
jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Aceh. Proses dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB pada
tanggal 02 Juni dan prosedur uji organoleptik diimplementasikan pada pukul 12.00 WIB.
Hasil uji organoleptik mengindikasikan bahwa formulasi suplementasi wortel terhadap
aroma (P=0,078), warna (P=0,034), tekstur (P=0,012) menunjukkan pengaruh yang tidak
signifikan karena P-Value > 0,05. Formulasi suplementasi wortel terhadap rasa (P=0,000)
menunjukkan pengaruh yang signifikan karena P-Value < 0,05.
Kesimpulan : Hasil evaluasi organoleptik mengindikasikan bahwa suplementasi wortel
tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap parameter aroma, warna, dan tekstur
(karena magnitude P > 0,05). Namun demikian, suplementasi wortel memberikan dampak
yang substansial terhadap parameter rasa (karena magnitude P < 0,05).
Saran : Berdasarkan temuan empiris pada tahap pemarutan wortel memerlukan durasi
yang ekstensif disebabkan oleh dimensi alat parut yang kecil dan ketajaman yang
suboptimal, disarankan proses pemarutan wortel menggunakan mesin pemarut otomatis
agar lebih efisien prosesnya.
Kata kunci : Timphan ubi kayu, Wortel, Uji organoleptik
1 Mahasiswa Program Studi D III Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan
Kemenkes Aceh, E-Mail : tasyaketeng16gmail.com
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain