Text
POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN ANTISEPTIK HERBAL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana L.) TERHADAP Staphylococcus aureus
"Bahan aktif sintetik yang digunakan dalam pembuatan sabun dapat menimbulkan
efek negatif terhadap kulit, karena berpotensi menimbulkan iritasi dan gatal pada
kulit, khususnya yang memiliki kulit sensitif. Hal ini membuat masyarakat lebih
tertarik dalam penggunaan sabun yang berasal dari bahan herbal salah satunya yaitu
bidara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sabun antiseptik herbal
daun bidara dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan beberapa sabun
antiseptik bidara sebagai sampel. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi
cakram terhadap 5 jenis sabun herbal berbahan aktif daun bidara, dengan
Staphylococcus aureus sebagai bakteri uji. Rancangan penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 7
kelompok perlakuan dan masing- masing 3 pengulangan. Berikut disajikan zona
hambat yang dihasilkan pada uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. P0
(K-) tidak ada aktivitas antibakteri, P1 sabun dettol (K+) 6,8 mm, P2 sebesar 8,3
mm, P3 sebesar 7,4 mm, P4 sebesar 7,8 mm, P5 sebesar 7,1 mm, dan P6 sebesar
7,5 mm. P2 memiliki zona hambat terluas mencapai 8,3 mm, menunjukkan area
difusi senyawa aktif yang optimal dibandingkan sabun lainnya. Hal ini terjadi
karena senyawa antibakteri yang terkandung dalam sabun berdifusi melalui media
agar dan menghambat pertumbuhan koloni bakteri di sekitarnya. Varian sabun
bidara yang diuji menunjukkan aktivitas antibakteri kategori lemah dengan
diameter zona hambat berkisar antara 7,1 mm hingga 8,3 mm. Hal ini menunjukkan
kemampuan sabun herbal bidara dalam menghambat pertumbuhan S. aureus.
Kata kunci: Zizphus mauritiana (L), Antibakteri, Staphylococcus aureus"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain