Text
Studi Kasus Pengelolaan Terhadap Minyak Goreng Dan Ayam Pada Waralaba Ayam Goreng
"STUDI KASUS PENGELOLAAN TERHADAP MINYAK GORENG DAN AYAM PADA WARALABA AYAM GORENG
Tasya Salsabila1 , Rosi Novita2
ABSTRAK
Latar Belakang: Waralaba ayam goreng lokal telah menjadi pilihan utama bagi konsumen dari berbagai kalangan karena menawarkan makanan yang cepat, lezat, dan terjangkau. Minyak yang telah digunakan untuk menggoreng, seharusnya tidak digunakan lebih dari tiga kali. Kandungan lemak tak jenuh serta vitamin A, D, E, dan K dalam minyak akan semakin berkurang seiring waktu, sehingga yang tersisa adalah asam lemak jenuh yang bisa memicu penyakit seperti jantung koroner dan stroke. Penggunaan minyak goreng berulang kali, atau minyak jelantah penting dipelajari agar terhindar dari dampak negatifnya seperti mencegah risiko kesehatan dan penurunan kualitas minyak goreng.
Tujuan: Mengetahui pengelolaan minyak goreng waralaba ayam goreng lokal, meliputi kontrol kualitas, frekuensi penggunaan, perlakuan terhadap minyak goreng, perlakuan terhadap ayam yang digunakan.
Metodelogi: Studi kasus ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi dan wawancara di waralaba Wong Solo Banda Aceh pada 12–16 Juni 2025, dengan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif.
Hasil: Hasil Kualitatif: Informan menyebut kualitas minyak goreng sangat berpengaruh pada rasa, warna, dan kerenyahan ayam. Minyak diganti sekali sehari dan dikelola secara sederhana. Bahan baku ayam segar disimpan dingin, dicuci air mengalir, serta dipotong dan dibersihkan sesuai prosedur. Hasil Kuantitatif: Kontrol kualitas minyak goreng (90%), frekuensi penggantian (50%), pengelolaan minyak bekas (30%), kelola bahan baku ayam (100%).
Kesimpulan: Kontrol kualitas minyak goreng yang digunakan sudah baik. Frekuensi penggantian minyak goreng kurang baik. Pengelolaan minyak goreng bekas masih dilakukan secara sederhana, belum ada SOP. Tata kelola bahan baku berupa ayam berkonstribusi terhadap kualitas produk akhir. Kinerja pengelolaan minyak goreng secara keseluruhan cukup baik dengan skor rata – rata 67,5% (27/40 poin).
Saran: Prioritas Menengah (3-6 bulan) untuk aspek Pengelolaan Limbah untuk mencari partner pengelola limbah resmi, melakukan edukasi staff tentang bahaya buang minyak sembarangan. Prioritas Tinggi (segera dalam 1-3 bulan), Perbaikan Kontrol Kualitas, membeli test strip minyak untuk pengukuran objektif.
Kata Kunci: Kontrol Kualitas minyak, Frekuensi, Perlakuan terhadap minyak goreng yang telah digunakan, kelola bahan baku ayam "
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain