Text
Hubungan Merokok Dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Remaja di Desa Kuta Ateuh Kota Sabang
"HUBUNGAN MEROKOK DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA DI DESA KUTA ATEUH KOTA SABANG
ABSTRAK
LAIYA SARAH 1
Email: laiyasarah@gmail.com
1 Mahasiswa prodi Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
Latar Belakang: Tingginya angka perokok aktif di kalangan remaja Kota Sabang menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatikan, khususnya terkait kesehatan gigi dan mulut. Sekitar 32% remaja di kota ini adalah perokok aktif. Pemeriksaan di Poligigi RSUD Kota Sabang menunjukkan bahwa mayoritas remaja mengalami masalah seperti karang gigi yang cukup banyak yang mana kemungkinan besar menyebabkan gingivitis, hingga periodontitis. Pengetahuan mereka tentang dampak rokok terhadap kesehatan mulut juga sangat rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan merokok dan status kebersihan gigi dan mulut remaja di Desa Kuta Ateuh. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 66 remaja perokok laki-laki berusia 12–19 tahun dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan pemeriksaan langsung status kebersihan gigi menggunakan indeks OHIS. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,1% responden merupakan perokok berat. Mayoritas memiliki status kebersihan gigi dan mulut kategori sedang (48,5%) dan buruk (27,3%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kebiasaan merokok dengan status kebersihan gigi dan mulut (p = 0,041). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas remaja di Desa Kuta Ateuh merupakan perokok aktif. Uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok dan kebersihan gigi dan mulut (p = 0,041); semakin tinggi kebiasaan merokok, semakin rendah tingkat kebersihan gigi dan mulut. Saran: Peningkatan kesehatan gigi dan mulut remaja perlu didukung oleh peran orang tua, edukasi rutin dari instansi terkait seperti tenaga kesehatan khususnya Tenaga kesehatan gigi, serta integrasi materi kesehatan di sekolah melalui UKS sebagai upaya mengurangi/ menghambat angka pertumbuhan prevalensi perokok pemula di kalangan remaja. Penelitian lanjutan juga diperlukan dengan mempertimbangkan faktor lain seperti kebiasaan menyikat gigi, konsumsi makanan manis, dan pendidikan orang tua.
Kata Kunci: Kebersihan gigi dan mulut, Perokok,Usia remaja.
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain