Text
Perbedaan Status Gizi Balita Antara Keluarga Petani Dan Keluarga Non Petani Di Desa Petukel Blang Jorong Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah
"PERBEDAAN STATUS GIZI BALITA ANTARA KELUARGA PETANI DAN KELUARGA NON PETANI DI DESA PETUKEL BLANG JORONG KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BENER MERIAH
Yuli Agustina1, Dr. Yeni Rimadeni, SKM., M.Si2
ABSTRAK
Latar Belakang: Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di aceh tahun 2022 di Kabupaten Bener Meriah sebesar 4,2 % balita wasting, balita dengan prevalensi stunting sebesar 37,0% dan sebesar 19,2% balita dengan prevalensi underweight. Pada tahun 2023, Aceh menduduki peringkat ke-5 nasional dalam prevalensi stunting dengan angka 31,2%, turun 2% dari tahun sebelumnya. Berdasarkan analisis data tersebut terdapat beberapa desa yang masih mengalami masalah gizi baik wasting, stunting, maupun underweight salah satunya di Desa Blang Jorong.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan status gizi balita antara keluarga petani dan keluarga non petani di Desa Blang Jorong.
Metode: Jenis penelitian ini bersifat Kuantitatif Analitik. Metode penelitian kuantitatif analitik adalah pendekatan penelitian yang menggunakan data berupa angka untuk menganalisis suatu fenomena, dengan tujuan tidak hanya menggambarkan (deskriptif) tetapi juga menguji adanya hubungan, perbedaan, atau pengaruh antara variabel.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa status gizi balita keluarga petani berada pada kategori gizi baik sebesar 100%, sedangkan pada balita keluarga non-petani sebesar 90%. Berat badan normal ditemukan pada 60% balita keluarga petani dan 80% balita keluarga non-petani, sedangkan tinggi badan normal pada 70% balita keluarga petani dan 80% balita keluarga non-petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa secara umum status gizi balita keluarga petani dan non-petani berada dalam kategori baik, meskipun terdapat perbedaan proporsi antara kedua kelompok.
Kesimpulan: Status gizi balita pada keluarga petani dan non-petani umumnya baik, namun masih terdapat kasus gizi kurang dan stunting. Kondisi ini dipengaruhi oleh kurang beragamnya asupan makanan serta keterbatasan ketersediaan bahan pangan. Saran: Perlu adanya edukasi kepada ibu balita agar meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu terhadap status gizi balita serta asupan gizi seimbang dan bervariasi dan pengkajian lebih lanjut untuk faktor-faktor penyebabnya.
Kata Kunci: Status Gizi, Balita, Petani, Non Petani.
1Mahasiswa Program Studi Diploma Gizi, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh.
2Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh.
vi"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain