Text
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA KUANTITATIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE ATC/DDD DI INSTALASI GAWAT DARURAT PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK ACEH
"
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memicu resistensi bakteri, yang telah maenad masalah kesehatan global. Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh menunjukkan tingginya peresepan antibiotik, berdasarkan survei awal sebesar 67,33% resep pada Januari 2024 mengandung antibiotik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif dengan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) di IGD RSIA Aceh. Penelitian observasional deskriptif ini menggunakan data retrospektif dari 50 resep antibiotik pada bulan April–Juni 2024. Data dianalisis untuk menghitung nilai DDD/100 patient days setiap jenis antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling sering diresepkan adalah cefixime (44%), diikuti gentamicin (23%) dan cefadroxil (11%). Berdasarkan nilai DDD/100 patient days, penggunaan tertinggi terdapat pada gentamicin (50,4), sedangkan terendah pada cefotaxime (0,89). Mayoritas pasien penerima terapi antibiotik berusia 0–5 tahun (32%) dan didominasi laki-laki (56%). Kesimpulannya, penggunaan antibiotik di IGD RSIA Aceh masih didominasi oleh antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, khususnya cefixime, dengan tingkat penggunaan gentamicin tertinggi berdasarkan perhitungan DDD. Evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan penggunaan antibiotik yang rasional.
Kata kunci: Antibiotik, ATC/DDD, Instalasi Gawat Darurat, Rasionalitas Peresepan, Resistensi Antimikroba."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain