Text
Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik Cair Dengan Aktivator Mikroorganisme Lokal(MOL) Daun Kelor(Moringa oleifera) Dan Mikroorganisme Lokal(MOL) Kulit Pisang (Musa parasidica)
"Sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan limbah dapur merupakan
jenis sampah yang paling banyak dihasilkan, namun masih belum dimanfaatkan
secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara
Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) pada pupuk organik cair (POC) hasil
fermentasi sampah organik menggunakan aktivator Mikroorganisme Lokal (MOL)
dari daun kelor (Moringa oleifera) dan kulit pisang (Musa parasidica). Metode
yang digunakan adalah eksperimen deskriptif dengan proses fermentasi selama
tujuh hari, kemudian hasil pupuk cair diuji kandungan haranya di laboratorium.
Hasil menunjukkan bahwa POC dengan MOL daun kelor mengandung Nitrogen
sebesar 12,82%, Fosfor 5,64%, dan Kalium 9,30%, sedangkan POC dengan MOL
kulit pisang mengandung Nitrogen 4,82%, Fosfor 2,13%, dan Kalium 13,07%.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 70/Permentan/SR.140/10/2011,
unsur N dan K dari kedua perlakuan memenuhi standar mutu, sedangkan unsur P
pada MOL kulit pisang masih di bawah batas minimal. Disimpulkan bahwa MOL
daun kelor lebih efektif dalam meningkatkan kandungan Nitrogen dan Fosfor,
sementara MOL kulit pisang unggul dalam kandungan Kalium. Oleh karena itu,
penggunaan MOL dari bahan alami dapat menjadi solusi sederhana dan ramah
lingkungan dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair. Disarankan agar
masyarakat mulai memanfaatkan limbah dapur seperti daun kelor dan kulit pisang
sebagai aktivator MOL, serta dilakukan penelitian lanjutan yang melibatkan
pengulangan perlakuan dan uji efektivitas langsung pada tanaman.
Kata kunci: Pupuk Organik Cair, Daun Kelor, Kulit Pisang"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain