Text
Pemanfaatan Gulma Eceng Gondok Sebagai Perjernihan Air Di Gampong Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari masih ditemukan banyak air yang masih keruh. Sehingga kurang layak untuk digunakan tanpa proses penjernihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang dikenal mampu menyerap polutan dan menurunkan tingkat kekeruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan eceng gondok dalam menurunkan tingkat kekeruhan air. Metode penelitian yang digunakan metode eksperimen dengan tiga perlakuan, yaitu tanpa eceng gondok (kontrol), 10 batang eceng gondok, dan 20 batang eceng gondok, serta dilakukan tiga kali pengulangan. Pengukuran kekeruhan dilakukan dengan alat turbidity meter dalam satuan NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan eceng gondok 10 batang mampu menurunkan kekeruhan air sebanyak 6,1 NTU sedangkan penggunaan eceng gondok 20 batang mampu menurunkan kekeruhan air sebanyak 10,8 NTU. Hal ini berarti menunjukan semakin banyak jumlah Eceng gondok yang digunakan maka semakin besar penurunan kekeruhan air. Perlakuan dengan 20 batang eceng gondok merupakan perlakuan yang paling baik, dengan perbedaan rata-rata penurunan kekeruhan mencapai 10,8 NTU dibanding kontrol. Kesimpulannya, eceng gondok berpontesi digunakan sebagai alternatif sederhana dan murah dalam perjernihan air di masyarakat. Hasil penelitian ini dapat menunjukan bagi masyarakat dan pihak terkait untuk memanfaatkan tanaman air dalam upaya penyediaan air bersih.
Kata kunci: Eceng Gondok, Kekeruhan, Air, Fitoremediasi."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain