0,05), nilai rata-rata Tekstur 4,00 (suka) nilai P (value 0,683 > 0,05). Uji proksimat menunjukkan kadar abu tertinggi yaitu 0,77 %, kadar air 35,22 %, lemak 3,52 %, protein 5,04 %, karbohidrat 61,80 %, dan serat 1,07 %. Kesimpulan : Penambahan labu siam 30g, 40g, 50g : ubi jalar ungu 70g, 60g, 50g berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan uji proksimat namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur puding lapis. Saran : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk melanjutkan penelitian dengan membuat puding dengan sari dari labu siam dan ubi jalar ungu. Kata Kunci : Puding, Labu Siam, Ubi Jalar Ungu, Uji Organoleptik, Uji Kimia."" />
Text
PENGARUH PENAMBAHAN LABU SIAM (Sechium edule) DAN UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI PUDING LAPIS
"PENGARUH PENAMBAHAN LABU SIAM (Sechium edule) DAN UBI JALAR UNGGU (Ipomea Batatas) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN GIZI PUDING LAPIS
Izza Muzaiyana1, Erwandi2
ABSTRAK
Latar Belakang : Puding Memiliki rasa manis, namun rendah protein, serat dan karbohidrat. Untuk meningkatkan nilai gizi puding dapat ditambahkan bahan pangan lokal seperti labu siam dan ubi lalar ungu.
Tujuan Penelitian : Menganalisis pengaruh penambahan labu siam dan ubi jalar ungu terhadap sifat organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur) dan kandungan gizi (abu, air, lemak, protein, karbohidrat, serat) dari puding lapis.
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 penambahan dan 3 ulangan. Uji Organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis di laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi, sedangkan kandungan gizi dianalisis di laboratorium Pangan Universitas Syiah Kuala. Analisis data menggunakan ANOVA jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil : Bedasarkan hasil penelitian penambahan 30g, 40g, 50g labu siam dan 70g, 60g,50 g, ubi jalar ungu menghasilkan rata-rata warna 4,33 (suka) berpengaruh nyata dengan nilai P (value 0,00 < 0,05), Rasa rata-rata 4,13 (suka) dengan nilai P (value 0,001 < 0,05), sedangkan Aroma dan Tekstur tidak berpengaruh nyata dengan nilai rata-rata Aroma 3,86 (agak suka) nilai P (value 0,835 > 0,05), nilai rata-rata Tekstur 4,00 (suka) nilai P (value 0,683 > 0,05). Uji proksimat menunjukkan kadar abu tertinggi yaitu 0,77 %, kadar air 35,22 %, lemak 3,52 %, protein 5,04 %, karbohidrat 61,80 %, dan serat 1,07 %.
Kesimpulan : Penambahan labu siam 30g, 40g, 50g : ubi jalar ungu 70g, 60g, 50g berpengaruh nyata terhadap warna, rasa dan uji proksimat namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur puding lapis.
Saran : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk melanjutkan penelitian dengan membuat puding dengan sari dari labu siam dan ubi jalar ungu.
Kata Kunci : Puding, Labu Siam, Ubi Jalar Ungu, Uji Organoleptik, Uji Kimia."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain