Text
Pemanfaatan Ekstrak Kol Ungu (Brassica oleracea L.) Sebagai Alternatif Alami Pengganti Giemsa Pada Pewarnaan Sediaan Apus Darah Malaria)
Pemanfaatan ekstrak kol ungu (Brassica oleracea L.) sebagai alternatif alami pengganti giemsa pada pewarnaan sediaan apus darah malaria digunakan karena kol ungu mengandung antosianin. Antosianin adalah senyawa yang bersifat larut dalam pelarut polar dan berpotensi sebagai pewarna alami yang lebih aman dan ramah lingkungan. Giemsa merupakan zat warna sintetis yang banyak digunakan dalam pewarnaan sediaan apus darah malaria, namun memiliki kelemahan seperti toksisitas, sifat mudah terbakar, dan harga yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui efektivitas ekstrak kol ungu sebagai alternatif alami pengganti giemsa dalam pewarnaan sediaan apus darah malaria. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi waktu perendaman 30, 45, dan 60 menit. Sampel yang digunakan adalah kol ungu yang diekstrak dengan metode maserasi menggunakan metanol asam, serta sediaan apus darah malaria. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak kol ungu berpotensi sebagai pewarna alami pengganti giemsa pada sediaan apus darah malaria, di mana pada 30 menit pewarnaan parasit mulai terlihat meski masih pudar, pada 45 menit warna lebih terang namun belum tajam, dan hasil terbaik diperoleh pada 60 menit dengan warna paling tajam dan kontras tinggi. Meskipun belum sebanding dengan giemsa dalam hal kontras dan ketajaman detail, ekstrak kol ungu menunjukkan potensi sebagai pewarna alternatif yang alami, ramah lingkungan, dan lebih aman dengan variasi waktu yang baik adalah 60 menit yang menghasilkan warna yang jelas dan kontras. Disarankan kepada teknisi laboratorium di daerah terpencil untuk mempertimbangkan pemanfaatan ekstrak kol ungu jika giemsa sulit diperoleh, dan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti pada variasi perendaman lebih dari 60 menit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain