Text
Potensi Perasan Daun Ciplukan Sebagai Antikoagulan Alternatif Secara In Vitro
Pemeriksaan hematologi dalam menjalankan praktiknya seringkali menggunakan antikoagulan untuk mencegah pembekuan pada darah. Antikoagulan yang dianjurkan untuk digunakan dalam pemeriksaan hematologi adalah Ethylene Diamine Tetraacetic Acid (EDTA). Terdapat beberapa kekurangan EDTA seperti mudah rusak, sulit didapatkan bagi laboratorium klnik yang berada di daerah pedalaman karena memerlukan akses pengiriman dari kota dan harganya pun relatif mahal sehingga diperlukan alternatif antikoagulan alami yang berasal dari bahan alam. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa tanaman ciplukan (Physali Angulata L) memiliki kandungan Flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antikoagulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi perasan daun ciplukan (Physalis Angulata L) untuk dijadikan sebagai antikoagulan alternatif secara invitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen research untuk mengetahui akibat dari perlakuan yang diberikan terhadap uji perasan daun ciplukan (Physalis Angulata L) sebagai antikoagulan alternatif. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 jenis darah yang berbeda dan pada tabung kontrol negatif mengalami pembekuan dalam waktu 15 menit. Pada tabung dengan penambahan perasan daun ciplukan mulai dari 300µl, 350µl, 400µl, 450µl, dan 500µl sampel darah tidak mengalami pembekuan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perasan daun ciplukan (Physalis Angulata L) mampu berperan aktif sebagai antikoagulan alternatif secara invitro. Untuk itu disarankan kepada peneliti lain agar meneliti konsentrasi minimum dari perasan daun ciplukan agar tidak merusak morfologi dalam spesimen darah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain