Text
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKEMSMAS MONTASIK ACEH BESAR
"FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS MONTASIK, ACEH BESAR
Desi Oktavianty¹, Satrinawati², Irma Seriana³
INTISARI
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada
pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas jangka
panjang anak. Di wilayah kerja Puskesmas Montasik, Aceh Besar, prevalensi
stunting masih tergolong tinggi. Berbagai faktor risiko seperti pengetahuan ibu,
pendidikan, jumlah anak, pemberian ASI, praktik IMD, paparan asap rokok, serta
status sosial ekonomi keluarga berkontribusi terhadap kejadian stunting.
Tujuan Penelitian:Untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan
dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Montasik, Aceh
Besar.
Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-
sectional. Sampel penelitian berjumlah 90 ibu yang memiliki balita, dipilih
menggunakan teknik proportional random sampling dari beberapa desa. Data
dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square
dan regresi logistik multivariat.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,000),
pendidikan (p=0,007), jumlah anak (p=0,007), pemberian ASI eksklusif (p=0,000),
IMD (p=0,000), paparan asap rokok selama kehamilan (p=0,000), paparan asap
rokok saat bayi (p=0,000), serta pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian
stunting. Tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir (p=0,164) dan usia
kehamilan saat melahirkan (p=0,046) dengan kejadian stunting. Analisis
multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian
stunting adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (p=0,025) dan paparan asap rokok
selama bayi (p=0,043).
Kesimpulan: Faktor risiko utama kejadian stunting meliputi rendahnya
pengetahuan ibu, pendidikan rendah, jumlah anak lebih dari dua, tidak diberikan
ASI eksklusif, tidak dilakukan IMD, paparan asap rokok, serta kondisi sosial
ekonomi keluarga rendah. IMD dan paparan asap rokok selama bayi merupakan
faktor yang paling dominan berpengaruh.
Saran:Diperlukan program edukasi gizi dan kesehatan ibu secara berkelanjutan,
peningkatan kesadaran tentang pentingnya ASI eksklusif dan IMD, serta upaya
pencegahan paparan asap rokok di lingkungan keluarga.
Kata Kunci: Stunting, Pengetahuan, Pendidikan, Jumlah Anak, ASI Eksklusif,
IMD, Berat Lahir, Usia Kehamilan, Perokok Pasif, Pendapatan"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain