Text
Pemanfaatan ekstrak buah senduduk (melastoma malabathricum l) sebagai alternatif pewarna alami sediaan sitologi pengganti eosin pada pewarnaan diff quick
"Pewarnaan Diff-quick merupakan modifikasi dari metode pewarnaan Romanowsky,
biasanya digunakan untuk membedakan inti sel dan sitoplasmanya. Salah satu
komponen pewarnaan yang terdapat pada pewarnaan ini adalah Eosin, Eosin
mewarnai sitoplasma menjadi merah. Eosin berbahaya bagi Kesehatan dan
lingkungan karena diproduksi dari batu bara, paparan akut terhadap pewarna
sintetis dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan selaput lendir lainnya.
Antosianin adalah pigmen yang memiliki warna merah, ungu, dan biru. Antosianin
umumnya ditemukan pada bunga dan buah dari banyak tanaman, salah satunya
adalah buah senduduk (Melastoma malabathricum L). Penelitian ini bertujuan
untuk memanfaatkan ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L)
sebagai alternatif pewarna alami sediaan sitologi pengganti Eosin pada pewarnaan
Diff-quick. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental antosianin
diekstraksi dengan etanol 96% sebagai pelarut, dan dimaserasi selama 1×24 jam,
kemudian diuapkan menggunakan rotary evaporator. Sampel sel epitel mukosa
mulut pada penelitian ini diperoleh dari mahasiswa TLM sebanyak 10 orang
mahasiswa dengan kriteria sehat dan tidak dalam kondisi sakit. Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pewarnaan dengan
ekstrak buah senduduk (Melastoma malabathricum L) dapat menunjukkan
kejelasan sitoplasma dan inti sel, namun tidak dapat menyerap zat ekstrak
antosianin dalam konsentrasi 50% dan tidak dapat menggantikan eosin karena
warna yang berbeda dari Eosin."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain