0,05, berarti status gizi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah sisa makanan. Sebagian besar sisa makanan termasuk kategori sedikit: pokok 79,2%, lauk hewani 75,0%, lauk nabati 95,8%, dan sayur 95,8%. Mayoritas siswa memiliki status gizi normal (79,2%), sementara 4,2% thinness dan 16,7% overweight. Kesimpulan: Hasil tidak terdapat hubungan antara sisa makanan dan status gizi siswa. Saran: Pemantauan dilakukan oleh petugas dapur melalui pencatatan sisa makanan 1–2 minggu, sedangkan status gizi dipantau tenaga kesehatan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan tiap 3–6 bulan. Kata Kunci: Sisa Makanan, Status Gizi, Siswa."" />