Text
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMPIT NURUL FIKRI BANDA ACEH
"FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI LEBIH PADA REMAJA DI SMPIT NURUL FIKRI BANDA ACEH
Indah Putri Pratiwi1, Ampera Miko2
ABSTRAK
Latar Belakang: Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi kelebihan berat badan pada anak usia 5–12 tahun tercatat 7,0% untuk obesitas dan 10,2% untuk overweight. Pada usia 13–15 tahun, prevalensi obesitas sebesar 2,9% dan overweight 12,4%, sementara pada usia 16– 18 tahun masing-masing 2,5% dan 9,6%. Asupan zat gizi, yang mencakup makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin, mineral), merupakan total nutrisi yang diperoleh dari makanan dan minuman.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan status gizi lebih pada remaja di SMPIT Nurul Fikri Banda Aceh.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross sectional, dengan menganalisa data variabel independent dan variabel dependent dalam waktu bersamaan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan asupan energi (p=0,407, r=0,136), karbohidrat (p=0,329, r=0,176), protein (p=0,544, r=0,217), dan lemak (p=0,271, r=0,093) dengan status gizi lebih. Nilai signifikan persepsi status gizi ibu dengan status gizi lebih nilai signifikanya (p=0,190, r=0,315). Nilai signifikanya persepsi status gizi ayah dengan status gizi lebih (p=0,019, r=0,036).
Kesimpulan: Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan energi, karbohidrat, protein, dan lemak dengan status gizi lebih. Persepsi status gizi ibu juga tidak berhubungan, namun terdapat hubungan signifikan antara persepsi status gizi ayah dengan status gizi lebih pada remaja.
Saran: Petugas kesehatan disarankan untuk rutin memantau dan memberikan penyuluhan tentang status gizi remaja, terutama terkait obesitas dan kelebihan berat badan.
Kata Kunci: Status Gizi Lebih, Asupan Zat Gizi Dan Persepsi Orang Tua"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain