Text
DAYA TERIMA DIMSUM IKAN TONGKOL DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI SUMBER ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI
"Latar Belakang: Dimsum merupakan makanan selingan khas dari Tiongkok yang populer di Indonesia karena rasanya yang gurih dan penyajiannya yang praktis. Umumnya, dimsum menggunakan bahan dasar ayam, udang, atau kepiting. Inovasi dimsum berbahan dasar ikan tongkol dengan penambahan daun kelor diharapkan dapat menjadi alternatif pangan tinggi zat besi bagi remaja putri.
Tujuan: Mengetahui daya terima dimsum ikan tongkol dengan penambahan daun kelor terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur.
Metode: menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Tiga formulasi diuji, yaitu F1 (5 g), F2 (10 g), dan F3 (15 g) daun kelor, masing-masing tiga kali ulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 30 panelis menggunakan skala hedonik terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil: Rata-rata dari uji organoleptik didapatkan bahwa perlakuan dengan penambahan daun kelor 5 g (F1) memperoleh nilai tertinggi terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur dimsum. Formulasi F1 merupakan yang paling disukai karena memiliki warna menarik, aroma dan rasa yang seimbang, serta tekstur yang lebih lembut.
Kesimpulan: Penambahan daun kelor berpengaruh nyata terhadap warna dimsum, namun berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, rasa dan tekstur. Formulasi F1 memperoleh nilai tertinggi dan paling disukai untuk semua parameter
Saran: Disarankan untuk melakukan blanching daun kelor sebelum digunakan atau memilih daun kelor muda guna mengurangi aroma langu pada produk dimsum.
Kata Kunci: Daya terima, dimsum, ikan tongkol, daun kelor, zat besi, remaja putri
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain