85 dBA, dengan seluruh responden dalam kategori ini mengalami gangguan kenyamanan kerja. Jenis kebisingan dominan adalah kebisingan terputus-putus (45%), impulsif (20%), impulsif berulang (10%), dan terus- menerus (25%). Sebanyak 80% responden mengalami paparan kebisingan lebih dari 40 jam per minggu dan 87,5% di antaranya merasa kenyamanan kerjanya terganggu. Kesimpulan: Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara intensitas kebisingan (p=0,038) dan lama paparan kebisingan (p=0,032) terhadap kenyamanan kerja, namun tidak terdapat pengaruh signifikan antara jenis kebisingan dan kenyamanan kerja (p=0,551). Kata Kunci: Kebisingan, Kenyamanan Kerja, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Zamhur Batoh Banda Aceh"" />
Text
ANALISIS INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP KENYAMANAN KERJA DI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) ZAMHUR BATOH BANDA ACEH TAHUN 2025
"Latar Belakang: Kebisingan merupakan salah satu faktor lingkungan fisik yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kenyamanan dan kesehatan kerja. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Zamhur Batoh Banda Aceh yang terletak di jalur lalu lintas utama kota Banda Aceh memiliki potensi tinggi terhadap paparan kebisingan akibat aktivitas kendaraan bermotor dan operasional pengisian bahan bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kebisingan, jenis-jenis kebisingan, dan lama paparan kebisingan terhadap kenyamanan kerja karyawan di SPBU Zamhur Batoh Banda Aceh Tahun 2025.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan SPBU Zamhur Batoh Banda Aceh sebanyak 20 orang yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Data intensitas kebisingan dikumpulkan melalui pengukuran menggunakan Sound Level Meter (SLM) pada lima titik pengukuran dengan lima sesi waktu yang berbeda selama hari kerja dan hari libur. Data jenis kebisingan, lama paparan kebisingan, dan kenyamanan kerja diperoleh melalui kuesioner.
Hasil: Menunjukkan bahwa 45% responden bekerja pada intensitas kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yaitu >85 dBA, dengan seluruh responden dalam kategori ini mengalami gangguan kenyamanan kerja. Jenis kebisingan dominan adalah kebisingan terputus-putus (45%), impulsif (20%), impulsif berulang (10%), dan terus- menerus (25%). Sebanyak 80% responden mengalami paparan kebisingan lebih dari 40 jam per minggu dan 87,5% di antaranya merasa kenyamanan kerjanya terganggu. Kesimpulan: Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara intensitas kebisingan (p=0,038) dan lama paparan kebisingan (p=0,032) terhadap kenyamanan kerja, namun tidak terdapat pengaruh signifikan antara jenis kebisingan dan kenyamanan kerja (p=0,551).
Kata Kunci: Kebisingan, Kenyamanan Kerja, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Zamhur Batoh Banda Aceh"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain