Text
PENGGUNAAN INSEKTISIDA RUMAH TANGGA TERHADAP RESISTENSI NYAMUK AEDES sp DI GAMPONG LAMPASEH ACEH TAHUN 2025
Resistensi merupakan hambatan utama dalam efektivitas pengendalian serangga, termasuk nyamuk. Penggunaan insektisida rumah tangga yang tidak sesuai dengan anjuran dapat menyebabkan menurunnya kerentanan pada vektor sehingga memunculkan populasi vektor yang resisten. Banyak warga secara rutin melakukan penyemprotan insektisida di dalam rumah mereka sebagai upaya mencegah gangguan nyamuk. Namun sebagian warga mengeluh meskipun penyemprotan dilakukan secara berkala, nyamuk tetap saja muncul dari waktu ke waktu. Meskipun jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) disini tergolong rendah, namun tetap saja selalu ada laporan kasus setiap tahunnya. Ini menunjukkan bahwa ancaman nyamuk Aedes sp sebagai pembawa virus DBD belum sepenuhnya hilang, dan penanganannya masih perlu diperhatikan secara serius. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan insektisida rumah tangga terhadap resistensi nyamuk Aedes sp. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan penggunaan insektisida rumah tangga tidak sesuai dengan anjuran. Tapi efektivitas bahan aktif yang diuji melalui Susceptibility Test masih rentan. Hasil pengujian menunjukkan nyamuk masih rentan terhadap sipermetrin dengan persentase kematian 100%. Kesimpulannya Efektivitas insektisida di lapangan rendah bukan karena resistensi nyamuk, tetapi karena kesalahan dalam penerapan oleh masyarakat. Kondisi laboratorium memastikan insektisida digunakan dengan benar, sehingga efektivitas sebenarnya dapat terukur tanpa pengaruh faktor eksternal. Upaya pencegahan lainnya seperti melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjaga kebersihan Lingkungan dan menutup tempat penampungan air harus tetap dilakukan, guna meminimalkan penggunaan insektisida juga menekan risiko resistensi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain