Text
PENGARUH LAMA FITOREMEDIASI DENGAN MELATI AIR (Echinodorus Palaefolius) SEBAGAI PENURUN TINGKAT KADAR COD LIMBAH CAIR DOMESTIK
"Limbah cair domestik merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan yang
serius, ditandai dengan tingginya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) yang
dapat mengganggu ekosistem perairan. Fitoremediasi, sebagai metode pengolahan
limbah yang ramah lingkungan, menawarkan potensi dalam menurunkan kadar
polutan dengan memanfaatkan kemampuan tumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis pengaruh lama fitoremediasi menggunakan tanaman Melati Air
(Echinodorus palaefolius) terhadap penurunan tingkat kadar COD dalam limbah
cair domestik. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan
perlakuan lama waktu fitoremediasi selama 4, 8, dan 12 hari. Hasil sampel limbah
cair domestik diolah dengan penambahan tanaman Melati Air, dan kadar COD
diukur pada interval waktu tersebut.perlakuan tanaman melati air dengan lama 4
hari perendaman dapat menurunkan kadar COD, pada Pengulangan I (135,3 mg/l),
Pengulangan II (110,7 mg/l), dan Pengulangan III (114,8 mg/l), perlakuan tanaman
melati air dengan lama 8 hari perendaman menurunkan kadar COD, pada
Pengulangan I (122,8 mg/l), Pengulangan II (101,4 mg/l), dan Pengulangan III
(105,2 mg/l), perlakuan tanaman melati air dengan 12 hari perendaman
menurunkan kadar COD, pada Pengulangan I (123,2 mg/l), Pengulangan II (99,84
mg/l), dan Pengulangan III (101,6 mg/l). Kesimpulan dari penelitian ini adalah
adanya pengaruh tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) sebagai
fitoremediator kandung COD pada limbah cair domestik. Untuk mendapatkan hasil
yang lebih efektif disarankan yaitu dengan lama perendaman selama 12 hari. Saran
Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan memperpanjang waktu perlakuan
fitoremediasi untuk mengetahui apakah durasi yang lebih lama dapat memberikan
pengaruh signifikan terhadap penurunan kadar COD.
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain