Text
Evaluasi Hygiene Dan Sanitasi Pada Sistem Penyelenggaraan Makanan Di Sma Negeri Modal Bangsa Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar
"EVALUASI HYGIENE DAN SANITASI PADA SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI SMA
NEGERI MODAL BANGSA KECAMATAN
BLANG BINTANG KABUPATEN
ACEH BESAR
Salsabila1, Andriani MS2
Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Aceh
ABSTRAK
Latar Belakang: Kebersihan makanan merupakan faktor utama yang harus dijaga untuk mencegah penularan berbagai penyakit. Kualitas makanan yang disajikan sangat dipengaruhi oleh penerapan hygiene dan sanitasi dalam sistem penyelenggaraan makanan, terutama pada institusi yang menyediakan layanan makan massal seperti asrama atau sekolah berasrama. Kurangnya pengawasan terhadap aspek hygiene dan sanitasi dalam proses penyelenggaraan makanan dapat meningkatkan risiko tersajinya makanan yang tidak higienis dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Tujuan: Mengevaluasi kualitas hygiene dan sanitasi pada setiap tahapan sistem penyelenggaraan makanan di SMA Negeri Modal Bangsa Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar.
Metode: Penelitian deskriptif evaluatif dengan observasi dan wawancara terhadap 10 penjamah makanan di SMA Negeri Modal Bangsa Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Instrumen pengumpulan data menggunakan from checklist mengacu pedoman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Analisis dilakukan secara kuantitatif deskriptif.
Hasil: Rata-rata hygiene sebesar 46,66% (tidak memenuhi syarat), terutama karena penjamah tidak menggunakan APD. Rata-rata sanitasi 73,09% (tidak memenuhi syarat), ditandai dengan lemahnya pengelolaan bahan makanan, fasilitas sanitasi yang tidak memadai, dan lingkungan kerja yang kurang bersih. Rata-rata keseluruhan hygiene dan sanitasi sebesar 59,87% dalam kategori tidak memenuhi syarat atau (dibawah 90%).
Kesimpulan: Penyelenggaraan makanan belum memenuhi standar yang ditetapkan bagi pengelola makanan jasa boga golongan B, masih diperlukan perbaikan signifikan baik dari aspek hygiene perilaku penjamah maupun sarana prasarana.
Saran: Penjamah makanan sebaiknya disarankan menggunakan APD lengkap seperti (celemek, sarung tangan, dan masker) selama proses penanganan makanan untuk mengurangi risiko kontaminasi silang dan menjaga keamanan pangan.
Kata kunci : Hygiene, Sanitasi, Makanan Institusi, Sekolah, Keamanan Pangan
1Mahasiswa Program Studi Diploma III Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain