Text
Potensi perasan daun bawang prei( allium ampeloprasu )sebagai antikoagulan alami
"Pemeriksaan hematologi memerlukan penggunaan antikoagulan untuk mencegah
terjadinya pembekuan darah di luar tubuh. Antikoagulan yang umum digunakan
dalam pemeriksaan hematologi adalah Ethylenediamine Tetraacite Acid (EDTA).
Namun, antikoagulan ini memiliki sejumlah kelemahan, seperti harganya yang
relatif mahal, dan sulit dijangkau laboratorium klinik yang berada di pedalaman
karena memerlukan akses pengiriman dari kota. Oleh karena itu, diperlukan
penelitian untuk mencari alternatif antikoagulan yang bersifat alami. Daun
bawang prei (Allium ampeloprasum) diketahui mengandung flavonoid, polifenol,
tannin, saponin. Flavonoid dikenal dalam dunia medis memiliki potensi sebagai
antikoagulan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, di mana variabel
independen dimanipulasi dan pengaruhnya terhadap dependen diamati. Spesimen
darah dicampur dengan perasan daun bawang prei dalam volume tertentu.
Ethylenediamine Tetraacite Acid (EDTA) digunakan sebagai kontrol. Hasil
penelitian menujukkan bahwa darah yang ditambahkan perasan daun bawang prei
mengalami pembekuan pada rentang waktu menit ke-8 hingga menit ke-24. Hal
ini menunjukkan bahwa darah responden tetap mengalami koagulasi meskipun
telah ditambahkan perasan daun bawang prei. Perasan daun bawang prei (Allium
ampeloprasum) tidak dapat dijadikan sebagai alternatif antikoagulan alami, bagi
peneliti selanjutnya, disarankan agar menggunakan bahan yang memiliki
kandungan antikoagulan yang lebih tinggi, sehingga diharapkan dapat
memperoleh hasil yang lebih optimal sesuai dengan tujuan penelitian.
Kata Kunci : Antikoagulan, Flavonoid, Daun Bawang Prei.
Referensi : 26 jurnal, 2 KTI
Tahun : 2020-2025"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain