Text
Daya terima organoleptik mie basah yang disubstitusikan dengan tepung bayam hijau (Amaranthus Hybridus L.)
"DAYA TERIMA ORGANOLEPTIK MIE BASAH YANG
DISUBSTITUSIKAN DENGAN TEPUNG BAYAM HIJAU
(Amaranthus hybridus L.)
Vera Safira1, Ir. Ichsan, M.Si2
ABSTRAK
Latar Belakang: Mie basah merupakan produk pangan praktis yang digemari masyarakat, tetapi kandungan serat dan zat besinya tergolong rendah karena menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama. Bayam hijau (Amaranthus hybridus L.) merupakan sumber pangan lokal yang kaya zat gizi dan serat, serta berpotensi digunakan sebagai substitusi untuk meningkatkan nilai gizi dan mutu organoleptik mie basah.
Tujuan:Untuk mengetahui daya terima organoleptik mie basah yang disubstitusikan dengan tepung bayam hijau berdasarkan parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur.
Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 35 panelis semi- terlatih menggunakan uji hedonik. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bayam hijau memberikan pengaruh signifikan terhadap warna (p = 0,005), rasa (p = 0,001), dan tekstur (p = 0,007) mie basah, sementara aroma tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,077). Perlakuan dengan jumlah tepung yang lebih rendah cenderung menghasilkan tingkat kesukaan tertinggi pada seluruh parameter organoleptik.
Kesimpulan: Penambahan tepung bayam hijau memengaruhi mutu organoleptik mie basah, terutama pada warna, rasa, dan tekstur, sedangkan aroma tidak menunjukkan perbedaan nyata. Formulasi 10 gram merupakan perlakuan yang paling disukai panelis.
Saran: Penambahan tepung bayam hijau menunjukkan potensi dalam meningkatkan mutu organoleptik mie basah. Diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan kandungan zat besi.
Kata kunci: Mie basah, tepung bayam hijau.
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain