Text
EFEKTIVITAS PERANGKAP NYAMUK DENGAN PEMBERIAN BAHAN ATRAKTAN ALAMI DI DESA DAYAH KRUET KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2025
"EFEKTIVITAS PERANGKAP NYAMUK DENGAN PEMBERIAN BAHAN
ATRAKTAN ALAMI DI DESA DAYAH KRUET KABUPATEN PIDIE JAYA
TAHUN 2025
M.Roby Aditya1
, Zulfikar2
1Mahasiswa Prodi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana Terapan Poltekkes
Kemenkes Aceh
2Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD menjadi masalah kesehatan
masyarakat diduga kuat berhubungan dengan faktor perilaku masyarakat dalam
melakukan tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang masih buruk,
contohnya dengan tersedianya tempat pembiakan nyamuk seperti bak yang jarang
dikuras. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan post-test
only control group design yang bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas
perangkap nyamuk dengan pemberian bahan atraktan alami di Desa Dayah Kruet
Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 30
ovitrap yang dipasang di lima titik lokasi berbeda (selokan, sumur, tempat sampah,
pot bunga dan area rumput) menggunakan lima jenis atraktan alami yaitu: gula
merah, gula pasir, kulit jagung, air tebu dan sabut kelapa yang difermentasi dengan
ragi serta satu kelompok kontrol (tanpa atraktan). Penelitian dilakukan selama 7
hari pengamatan mulai dari tanggal 2 s.d 10 April 2025. Analisa data menggunakan
uji statistik one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua jenis
atraktan alami memiliki efektivitas dalam menarik nyamuk ke dalam perangkap.
Hasil Uji statistic menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar jenis
atraktan (p-value = 0,001). Jumlah nyamuk terperangkap pada atraktan gula merah
sebanyak 158 ekor dengan persentase 18%, gula pasir 172 ekor dengan persentase
20%, kulit jagung 168 ekor dengan persentase 20%, air tebu 162 ekor dengan
persentase 19% dan sabut kelapa 151 ekor dengan persentase 18%. Atraktan paling
efektif di dominasi pada gula dengan jumlah nyamuk terperangkap sebanyak 172
ekor dengan rata - rata harian 34,40 ekor dengan persentase 82%. Diharapkan
penelitian ini dapat menjadi dasar ilmiah dalam pemanfaatan atraktan berbahan
alami sebagai strategi pengendalian populasi nyamuk berbasis masyarakat secara
mandiri, murah dan ramah lingkungan.
Kata kunci: Atraktan, Gula Merah, Gula Pasir, Kulit Jagung, Air Tebu,
Sabut Kelapa, Ovitrap
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain