SKRIPSI
HUBUNGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA MURID MIN 2 PIDIE KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE
HUBUNGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA MURID MIN 2 PIDIE KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE
ABSTRAK
NURUL HAFIDHAH
Poltekkes Kemenkes Aceh. Jurusan Keperawatan Gigi Jln Soekarno Hatta Desa Lagang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Kesehatan gigi dan mulut anak-anak yang buruk dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan terhadap
kebersihan gigi dan mulut. Hasil survey Puskesmas Kecamatan Simpang tiga MIN 2 Pidie memiliki angka kebersihan gigi dan mulut yang rendah, yaitu didapatkan 67,70% murid berkriteria buruk, dan 21,2% murid berkriteria sedang. Berdasarkan data awal yang dilakukan pada 10 murid kelas IV dan V MIN 2 Pidie didapatkan rata-rata OHIS 3.21 yang berarti buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku menggosok gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut pada murid MIN 2 Pidie Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan tanggal 2 sampai 6 mei 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid MIN 2 Pidie. Sampel dalam penelitian ini adalah murid kelas IV dan V. pengambilan data dengan cara pemeriksaan status kebersihan gigi dan mulut (OHIS) dan wawancara mengenai perilaku menggosok gigi menggunakan questioner. Analisa ini diuji secara statistik menggunakan SPSS dengan uji chi square dengan α 0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menggosok gigi murid kelas IV dan V MIN 2 pidie memiliki perilaku yang kurang baik sebanyak 82,2%. Indeks OHI-S murid kelas IV dan V MIN 2 Pidie berkatagori buruk (3,1-6,0) sebanyak 66,7%. Hasil uji statistik terdapat nilai p value = 0,001 < 0,05 artinya ada hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan status kebersihan gigi dan mulut murid
kelas IV dan V MIN 2 Pidie. Disimpulkan bahwa status kebersihan gigi yang buruk pada murid
disebabkan oleh perilaku menggosok gigi yang buruk. Disarankan murid lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut dengan teratur mengosok gigi minimal 2 kali sehari sesudah sarapan dan sebelum tidur malam. Mengurangi makanan yang manis dan lengket, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang berserat.
Kata Kunci : Perilaku menggosok gigi dan status kebersihan gigi dan mulut.
Tidak tersedia versi lain