Text
Gambaran Morfologi Sel Epitel Mukosa Mulut Perokok Dan Non Perokok Metode Pewarnaan Diff-quick
Merokok merupakan aktivitas menghisap gulungan tembakau dan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan pada sel epitel mukosa mulut. Secara teori perokok aktif dan non perokok memiliki morfologi mukosa mulut yang berbeda, seperti pada perbedaan jumlah inti sel yang paling mudah di amati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, sitoplasma, dan inti sel dari perokok aktif dan non perokok. penelitian ini adalah metode deskriptif, populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa di Kota Banda Aceh yang berjumlah 55 orang dan sampel diperoleh menggunakan teknik probability sampling yaitu stratafied random sampling yang didapati sebanyak 13 mahasiswa perokok dan 13 mahasiswa non perokok. Pemeriksaan morfologi mukosa mulut dilakukan secara mikroskopis menggunakan teknik imprint yang diusap pada mukosa pipi dan letakkan pada objek glass, dikeringkan dan lakukan teknik pewarnaan metode Diff-quick. Analisa data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan variabel numerik. Hasil dari penelitian ini pada latar belakang di temui lebih banyak non artefak pada non perokok, lebih banyak superficial pada sediaan perokok intermediate pada sediaan non perokok, dan tidak di temui inti sel lebih dari 1 pada sitoplasma. Kesimpulan dari penelitian ini, tidak ditemukan adanya perbedaan morfologi mukosa mulut perokok dan non perokok.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain