Text
HUBUNGAN MALOKLUSI GIGI ANTERIOR DENGAN STATUS PSIKOSOSIAL MAHASISWA JURUSAN KESEHATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES ACEH
"Latar Belakang: Maloklusi gigi anterior merupakan kelainan susunan gigi yang
dapat memengaruhi estetika wajah dan senyuman seseorang. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan kepada 10 mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh, ditemukan bahwa 100% dari subjek mengalami maloklusi anterior dengan kategori (90%) crowding, diantara mereka yang mengalami crowding, orang (33,3%) juga megalami protrusif dan (10%) diastema. Selain itu, setelah dilakukan wawancara singkat, 80% dari subjek mengaku merasa kurang percaya diri terhadap gigi mereka. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara maloklusi gigi anterior dengan status psikososial mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan maloklusi dan pengisian kuesioner psikososial yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji odds ratio. Hasil Penelitian: hasil uji chi- square menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara maloklusi gigi anterior dengan status psikososial mahasiswa. Uji odds ratio menunjukkan nilai sebesar 6,61, yang mengindikasikan bahwa mahasiswa dengan maloklusi gigi anterior memiliki risiko 6,61 kali lebih besar untuk mengalami status psikososial yang buruk dibandingkan mahasiswa dengan susunan gigi anterior yang normal. Kesimpulan: Maloklusi gigi anterior memiki hubungan yang significant dengan status psikososial mahasiswa.Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam perencanaan edukasi mengenai pentingnya kesehatan gigi dan mulut terhadap kualitas hidup,termasuk aspek psikologis dan sosial.
Kata kunci: Maloklusi gigi anterior, Status Psikososial."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain