Text
Uji Larvasida Kombinasi Ekstrak Etanol Bunga Pepaya (Carica papaya L.) dan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Larva Aedes aegypti
"Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan
oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Pemberantasan perkembangan nyamuk salah satunya dapat dilakukan dengan cara
menurunkan populasi larva. Bunga pepaya dan daun pandan wangi memiliki
kandungan sebagai insektisida hayati yang dapat membunuh larva nyamuk.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek larvasida kombinasi ekstrak etanol
bunga pepaya (Carica papaya L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius
Roxb.) dengan konsentrasi 1%; 5%; 10%; 15%; dan 20% terhadap larva Aedes
aegypti dan menentukan nilai LC50 kombinasi ekstrak etanol bunga pepaya
(Carica papaya L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.).
Penelitian ini menggunakan larva Aedes aegypti sebanyak 420 ekor dibagi dalam 7
kelompok yaitu 0% (kontrol negatif), kombinasi ekstrak etanol bunga pepaya dan
daun pandan wangi 1%; 5%; 10%; 15%; 20%; dan Abate 1% (kontrol positif).
Setiap kelompok berisi 20 larva dengan 3 kali pengulangan. Pengamatan dilakukan
pada 24 jam. Data yang diperoleh dihitung persen kematiannya dan dianalisis
menggunakan uji probit untuk melihat konsentrasi yang dapat membunuh 50%
larva nyamuk Aedes aegypti. Kombinasi ekstrak etanol bunga pepaya (Carica
papaya L.) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) dengan
konsentrasi 1%; 5%; 10%; 15%; dan 20% memiliki efek larvasida terhadap larva
Aedes aegypti dengan persentase kematian berturut-turut adalah 62%; 92%; 100%;
100%; dan 100%. Nilai uji probit menunjukkan nilai LC50 sebesar 0,75% yang
berarti kombinasi ekstrak etanol bunga pepaya (Carica papaya L.) dan daun pandan
wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) efektif sebagai larvasida alami terhadap
larva Aedes aegypti.
Kata kunci: Bunga Pepaya, Daun Pandan Wangi, Larvasida Aedes aegypti, LC50"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain