Text
Hubungan Kesehatan Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Siblah Krueng Kabupaten Bireuen
"Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian balita di dunia. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah, bersifat menular, dan memiliki gejala yang beragam, mulai dari ringan, tanpa gejala hingga berakibat fatal. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk mengetahui hubungan kesehatan lingkungan rumah dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siblah Krueng Kabupaten Bireun. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi ventilasi, pencahayaan, kelembaban, lantai, dinding, plafon, kepadatan hunian, sedangkan variabel dependen yaitu kejaidan ISPA pada balita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional stratified random sampling dengan equal allocation pada 21 desa di Wilayah Kerja Puskesmas Siblah Krueng Kabupaten Bireun. Sampe il penelitian berjumlah 63 orang. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat hubungan antara kesehatan lingkungan rumah (p-value= 0,000), ventilasi (p-value= 0,000), pencahayaan (p-value= 0,000), kelembaban (p-value= 0,000), lantai (p-value= 0,000), dinding (p-value= 0,000), plafon (p-value= 0,000), kepadatan hunian (p-value= 0,001) dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siblah Krueng Kabupaten Bireun. Disarankan kepada Puskesmas Siblah Krueng agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan dalam promosi kesehatan terkait pentingnya menjaga kesehatan lingkungan rumah guna menurunkan risiko ISPA pada balita.
Kata Kunci: Balita, ISPA, Kesehatan Lingkungan Rumah
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain