Text
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Secara Kuantitatif Dengan Menggunakan Metode ATC/DDD Pada Resep Pasien Ruang Rawat Intensif Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Aceh
"Ruang intensif sering diidentikkan sebagai tempat berkembangnya bakteri yang
cenderung resisten/akibat penggunaan antibiotik. Hal ini terjadi karena pasien
ruang intensif merupakan pasien yang berada pada kondisi kritis dimana antibiotik
yang digunakan biasanya lebih dari satu jenis dan dalam waktu yang lama
sehingga memudahkan terjadinya potensi resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik secara kuantitatif menggunakan metode
ATC/DDD diruang rawat intensif. Metode penelitian yang digunakan adalah
observasional deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling
pada resep-resep yang menggunakan antibiotik di Ruang Intensif pada Rumah
Sakit Ibu dan Anak Aceh pada bulan April – Mei 2024. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari 58 resep pasien, antibiotik yang dipakai paling banyak
adalah meropenemsebanyak 18 resep (31%) dan gentamisin memiliki nilai DDD
tertinggi sebesar 68,60 DDD/100 patient days. Meropenem merupakan antibiotik
golongan karbapenem berspektrum luas yang berarti antibiotik ini efektif untuk
membunuh berbagai jenis bakteri, baik gram positif atau gram negatif, aerob
maupun anaerob. Biasanya digunakan untuk infeksi berat. Kesimpulannya,
antibiotik yang paling sering diresepkan di ruang intensif adalah meropenem,
dengan konsumsi tertinggi berdasarkan DDD adalah gentamisin, sehingga perlu
adanya evaluasi berkelanjutan untuk mencegah terjadinya resistensi.
Kata Kunci : Evaluasi, Antibiotik, Kuantitatif, ATC/DDD, Ruang Intensif"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain